Ayah Ibu Asty Ananta Tak Beri Restu dan Tak Kenal Hendra Suami Asti Ananta

Ayah Ibu Asty Ananta Tak Beri Restu dan Tak Kenal Hendra Suami Asti Ananta :-O sudah jadi bahasan panas gosip selebritis sejak prosesi pernikahan Asty Hendra di Bali beberapa hari lalu.

Sosok Orang Tua Asti yang tidak tampak hadir :-( memang sudah menimbulkan issue tentang tak adanya restu, dan juga kasak kusuk soal pindahnya agama Asty Ananta

Yuntianingrum Agustarini, ibunda artis bernama asli Annastya Yuntia Ekawardani Ananta ini membeberkan :-O fakta mengejutkan soal sosok ‘Menantu’ barunya,

“Begini, saya mohon maaf, saya gak kenal (Hendra -red). :-S Gak pernah ada omongan.”

“Saya belum pernah berdialog dengan pacarnya Asty itu. Saya lihat orangnya, tetapi secara pribadi dan berdialog belum. Sampai dia menikah.. :-S saya belum pernah ada tanya jawab,”

suami asti ananta

Wanita paruh baya ini lantas menambahkan (K) jika Hendra Suyanto sudah mendatangi keluarganya di Semarang. Namun, kala itu dirinya tengah berada di Rumah Sakit. :-S Hanya sang suami yang menemui putri sulungnya beserta pasangannya itu.

“Baru H-3…. lastminute-lah baru dibawa (ke rumah). (I) Saat itu posisi saya lagi transfusi darah, opname di RS Karyadi. Tidak lamaran, dan hanya menetukan tanggal.”

“(Hendra) Mohon izin, suami saya bilang “silahkan, tapi kami sekeluarga tidak akan datang”, :-[ cuma itu. Posisi itu saya tidak melihat, saya sedang transfusi darah di RS Karyadi."

"Setelah Asty pulang ke Jakarta (K) saya baru diceritain sama suami saya."

"Mohon izin itu beda ya, sama mohon doa restu," :-[

Tidak adanya restu dari Orangtua nyatanya tak berpengaruh bagi keputusan Asti untuk menikah. 8O Seleb kelahiran Semarang, Jawa Tengah 19 Juni 1984 ini ngotot :-S untuk melangsungkan pernikahan pada 2 Oktober 2016.

Yunyianingrum pun lagi-lagi dengan tegas menyatakan tak memberikan restunya. (W)

"Jadi saat dia (Asty) minta izin mau menikah, (F) dia bilang mau nikah di bali. Saya dan suami, dan adik-adiknya Asty bilang tidak merestui,"

"Tapi dia (Asty) ngotot :-$ menentukan menikah tanggal 2 di Bali. Saya bilang, silakan kalau memang sudah jadi bandamu, kamu sudah besar, dewasa, silakan. Tapi kita tidak bisa merestui," :-(

"Kenapa tidak direstui? :-S Saat kedua putri saya punya pacar, dikenalkan ke saya, lalu silaturahim, orangtuanya pun dikenalkan, kemudian rembukan kedua belah pihak, barulah terjadi perkawinan. Ini nggak ada" :-[

"Saya sama sekali nggak tahu laki-laki itu orangtuanya siapa, :-S namanya siapa, tinggalnya di mana. Saya belum pernah ketemu sama orangtuanya dan keluarganya,"

:-[ “Bagaimana orangtua mau datang merestui kalau tidak kenal siapa yang mau dinikahi oleh anaknya secara pribadi. Bagaimana, mau mantu tapi badannya enggak tau, :-S enggak pada umumnya,”

“Syaratnya salat tidak terpenuhi. (W) Kita bukan sok, kita juga bukan ahli kitab atau agama yang selalu benar. Bagi kami, yang penting itu mendirikan tiang agama. (I) Bagaimana laki-laki yang ingin memperistri anak orang,”

"Saya sudah menikahkan dua putri saya. Asty anak pertama, (F) adiknya dua sudah saya dinikahkan di rumah saya, dengan cara yang sebagaimana orangtua menikahkan."

“Saya maunya :-) kalau Asty menikah itu ya seperti dua putri saya (adik perempuan Asty Ananta, red), seiman dan dua keluarga yang menikah. Mungkin, karena dua putri saya anak biasa saja. :-S Sedangkan anak saya yang ini (Asty Ananta) adalah artis, mungkin sudah jadi trend kali ya."

"Saya coba mengikhlaskan saja. Semua sudah terjadi, satu Indonesia tau, saya mau bilang apa. ;-( Kami sekeluarga ga datang ke sana (pernikahan),"

orangtua asty

Nasi sudah menjadi bubur. (W) Pernikahan Asty Ananta dan Hendra Suyanto tetap digelar meski tanpa restu kedua orangtua.

Menanggapi hal ini, Istri H.Ananta TW inipun mengaku tak membenci sang putri :-$ yang telah membangkang pada orangtua. Dirinya hanya berharap jika ada iktikad baik dari ‘sang menantu’ (I) untuk bertemu keluarga besar Asty, Hendra Suyanto harus sudah konsisten melaksanakan shalat. (Y)

“Saya ini hanya seorang istri dan ibu, imam saya tetap suami saya. :-) Dan bagaimanapun dia (Asty) adalah anak saya, seorang ibu akan selalu merentangkan tangannya untuk putrinya,”

“Saya hanya sedih aja. ;-( Dia (Asty Ananta) anak saya, kalau nanti suami datang, syarat cuma bisa satu, salat lima waktu. (Y) Kalau baca Alquran semua orang bisa belajar tinggal bagaimana kemauannya ada. (H) Hanya itu syaratnya, bisa menegakkan salat,”

“Mudah-mudahan, saya berharap (F) Bismillah setiap orang tua hanya bisa berdoa, mudah-mudahan putri saya tetap dalam iman Islam. Anak yang seperti itu, pasti berbakti dengan orang tua, sesuai tata krama. (Y) Kita enggak minta didewakan, maaf-maaf ya, secara kasar sebagaimana orangtua.”

“Saya mohon ditulis, semoga putri saya tetap berada dalam iman Islam.” (I)

“Saya mohon maaf. (W) Semoga bisa mengerti perasaan seorang ibu. Memang harus terjadi seperti ini, saya sedang diberi sakit, diberi ini (cobaan), semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa saya,” (I)