Bantah Anti Belanja Online, Isyana Akui Nyaman Belanja Daring (Dalam Jaringan)

Bantah Anti Belanja Online, Isyana Akui Nyaman Belanja Daring (Dalam Jaringan) (K) menjadi klarifikasi terbaru, setelah jawaban sebelumnya tidak berhasil meredakan kegemparan.

Skandal Isyana Tak Pernah Belanja Online sendiri memang masih memanas :-$ hingga saat ini.

Isyana Sarasvati (I) kembali membuat kehebohan.

Usai kasus ‘akui foto cereal dan berenang yang diambil di google’, (P) kali ini dara kelahiran 2 Mei 1993 melakukan blunder soal artikel mengenai ketakutannya :-$ belanja daring (dalam jaringan) alias online.

Padahal, sebagai Brand Ambassador Tokopedia, yang juga situs belanja Online, (H) sudah menjadi kewajiban sang BA untuk menggencarkan gerakan berbelanja lewat dunia maya.

Meski telah diklarifikasi, :-( namun sindiran masih terus menggema :

Isyana Saraswati yg brand ambasador Tokopedia aja takut ketipu kalo belanja online. Apalagi saya rakyat jelata.

gimana sih Isyana ini waktu ini twitnya halu skrg kayak gini.. gimana mau percaya tokopedia salah milih endorser

Sudah belanja di Tokopedia belom… ga ah, kata Isyana, takut ditipu :(

Aduh Isyana, kamu jualin tokopedia tp ga berani beli via online hahha

Terkait blunder terbaru, Isyana berganti nama menjadi Isyana Salahlagi

:-$ Tak ingin polemik makin berbuntut panjang dan merembet ke banyak pihak yang bersangkutan, Isyana Sarasvati pun membuat pernyataan di Twitter, (K) dengan menuding ‘media cetak’ menulis artikel di luar konteks yang kala itu fokus pada busana panggung.

Ditambahkan pula, Isyana menyatakan gemar melakukan belanja lewat dunia maya, (H) lantaran terbantu di tengah kesibukan, serta keamanan yang terjamin. (Y)

1. Dear all, bersama ini aku mau kasih penjelasan terkait pemberitaan seputar aku belanja online.

2. Pertama2 dengan rendah hati saya menyampaikan maaf kepada pihak2 yang terkena dampak atas apa yang terjadi, dan pemberitaan yang beredar.

3. Isi pemberitaan di sebuah media pada hari Selasa, 17 Mei 2016 ttg saya “Takut Tertipu Saat Belanja Daring” melenceng dari konteks, pembicaraan yang sebenarnya terjadi pada proses wawancara singkat itu.

4. Saya diwawancarai secara “door stop” oleh seorang jurnalis sesaat sebelum naik panggung sebuah acara musik pada hari Selasa, 17 Mei 2016. Pada waktu yang sangat pendek itu saya ditanya tentang Fashion. Konteksnya adalah busana untuk manggung.

Mohon maaf ralat tanggal, kejadian ini terjadi di tanggal 15 Mei 2016.

5. Saya menjawab apa adanya bahwa baju khusus untuk panggung, saya bekerjasama dgn desainer tertentu dan memperoleh bajunya langsung dari yang bersangkutan atau membeli langsung.

6. Namun pemberitaan yang muncul menjadi seolah-olah saya anti belanja online. Termasuk kutipan pernyataan yang saya tidak merasa memberikan, melenceng dari konteks.

7. Untuk hal ini saya sangat menyayangkannya. Karena dampaknya merugikan pihak-pihak yang selama ini bekerja sama dengan saya.

8. Untuk hal tersebut saya dan pihak manajemen telah berbicara langsung dengan teman media yang memberitakan ini. Terima kasih banyak kami diberi kesempatan untuk memberi penjelasan.

9. Yang betul adalah saya berbelanja online untuk bermacam-macam kebutuhan sehari-hari. Nyaman, aman, dan praktis, bantu banget apalagi kalau jadwal sedang padat.

10. Alhamdulillah selama ini tidak pernah mengalami hal yang mengecewakan saat berbelanja online. Aman-aman saja.

11. Demikian penjelasan saya. Saya sangat berharap polemik ini tidak jadi berkepanjangan. Terima kasih atas dukungan teman-teman, netizen, fans, klien, media, label, dan manajemen.