Berita Kontroversi Infotainment Haram

Fatwa Haram Tayangan GosipBerita Kontroversi Infotainment Haram emang lagi dibahas banyak pihak (K) paska kasus twitter luna maya merebak heboh di dunia entertainment.

Masalah ini ga’ lagi hanya jadi Perseteruan Luna Maya dan Wartawan :-[ serta pekerja infotenmen tapi berujung pada banyak kalangan, termasuk PSK, anggota Facebook dan terbaru lembaga keagamaan. :-S

Fatwa Haram Infotainment emang udah dikeluarkan banyak pihak, (~) diantaranya Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sampai Menteri Agama. :-O

Namun, pihak yang terkait dengan pekerjaan ini ga’ langsung diam seribu bahasa. (H) Mereka pun berupaya menunjukkan bukti eksistensi mereka dengan ketenaran sang artis sendiri. Dan bahkan, beberapa selebriti pun angkat bicara soal penolakan Haramnya Gosip. :-D

MUI Haramkan Infotainment Ghibah :

Umar Shihab

Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 26 Desember 2009, (O) yang dikutip oktavita.com, menyatakan bahwa tayangan infotainment yang berisi ghibah (berita yang tidak benar) layak diharamkan. :-S

“Infotainment yang menceritakan kejadian yang sebenarnya serta aib seseorang itu dilarang agama dan haram hukumnya,” :-[

“Tapi, jika infotainment yang ditayangkan berisi hal-hal positif seperti keberhasilan sepasang suami istri (Y) mempertahankan keharmonisan rumah tangga, itu masih bisa dibenarkan.”

“Kita lihat dulu konten infotainment yang boleh disiarkan,” (~)

Dikatakan lebih lanjut, pihak MUI membuka kesempatan untuk mendiskusikan keputusan ini (H) bersama Menteri Agama, Nadhlatul Ulama dan para Pekerja Infotemen.

“Mungkin nanti kita akan duduk bersama dengan media,” (I)

PBNU : Infotainmen Gosip Haram

Hasyim Muzadi

Fatwa Haram Tayangan infotainment dikeluarkan berdasarkan (E) hasil Musyawarah Alim Ulama NU di Surabaya pada Juli 2006 lalu. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Hasyim Muzadi sendiri mempertegas hal ini saat diklarifikasi Jum’at 25 Desember 2009. (K)

“PBNU minta agar tayangan infotainment dimedia dihentikan, yaitu pemberitaan yang mengobral rahasia keluarga, :-P serta mengaduk-aduk hubungan antar anggota keluarga,”

“Karena hal tersebut sama sekali tidak menjadi bagian dari kebebasan dan demokrasi, (H) namun menjadi bagian dari pembunuhan karakter dalam kerukunan atau ketenangan keluarga,”

“Bahkan diibaratkan dalam Al-Quran sebagai seorang yang ‘tega memakan daging bangkai saudaranya sendiri’ dalam mencari rezeki,” :-S

“Karena itu, orang atau keluarga yang merasa dirugikan atas pemberitaan infotainment gosip artis terbaru sebenarnya berhak menuntut rehabilitasi atas nama baiknya (Y) dalam kaitannya dengan hak azasi manusia . Media harus segera menghentikannya, dari pada setiap hari makan korban,” :-)

“Kalau ada orang senang keluarganya diaduk-aduk untuk cari popularitas, justru orang tersebut tidak normal. (W) Marilah kita mencari rizki secara halal dalam sulitnya ekonomi saat ini,”

Hasyim juga mendesak pemerintah khususnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) (C) untuk mengambil inisiatif dan langkah mentertibkan tayangan yang dianggap merusak ini.

“Apalagi Pak Tifatul (Menkominfo) selama ini dianggap paling Islam,” ;-)

Menteri Agama Dukung NU :

Suryadharma Ali

Usai keluar pernyataan dari MUI dan PBNU, Menteri Agama, Suryadharma Ali pun turut mendukung keputusan (E) yang diambil dua lembaga keagamaan negara itu.

“Infotainment bila dilihat dari sisi agama, :-) merupakan perbuatan yang sangat tidak baik, jika menonjolkan, menyiarkan atau memberitahukan kejelekan pribadi seseorang di tengah-tengah publik.”

“Saya rasa, Anda semua bisa menilai melalui nilai-nilai universal, (Y) apakah kehidupan pribadi layak diketahui orang, apalagi kalau sampai dikejar-kejar untuk mengetahui kehidupan pribadinya,”

Atas nama pribadi, (H) Menteri Agama mendukung ketetapan yang menilai infotainment yang sifatnya gosip dan memunculkan kejelekan-kejelekan rumah tangga, pribadi, atau mengungkap hal privat, itu haram. :-S

Dewan Pers Angkat Bicara :

Abdullah Alamudi

Didesak banyak pihak dengan fatwa haram, Dewan Pers pun angkat bicara. (K) Lembaga yang mewakili pers ini pun menghimbau agar Lembaga Keagamaan dan Kemasyarakatan tidak mudah menetapkan larangan terhadap produk media massa tanpa melalui mereka. (Y)

Sebab, ada yang mendasari pengaduan masyarakat terhadap kinerja wartawan dan infotainment, (E) yaitu kode etik jurnalistik serta Undang-Undang Pers. Jadi, jika ada aduan apapun, diharapkan bisa diawali dengan adanya surat protes ke Dewan Pers, (H) dan bukannya langsung mengeluarkan Fatwa.

“Sekarang zaman sudah berubah, ;-) tidak bisa lagi main larang-larangan,”

“Kalau dianggap mengganggu kita tunggu laporan atau surat protesnya” (~)

Dewan Pers khawatir :-$ kalau semua lembaga sosial dan masyarakat bisa dengan mudah mengeluarkan larangan akan menimbulkan persepsi di kalangan anggotanya.

“Jangan sampai nanti malah mereka mendatangi kantor lembaga persnya,” :-(

Namun, lembaga kewartawanan ini mengaku sependapat (I) bila program televisi ghibah harus dihentikan karena informasinya masih berupa gosip tidak patut untuk diberitakan.

“Masyarakat memang membutuhkan infomasi dan entertainment. (K) Namun jangan program infotainment dibuat sedemikian rupa sehingga hanya mengumbar aib semata,”

Kalau menurut kalian sendiri soal Fatwa Haram Infotainment Gosip, gimana? (*)

Chee-U .^_^.

  • http://oktavita.com NOVA

    gak ada infotainment, gak bisa tahu sisi lain selebriti dong!!wah Mui gak asyik…