Bopak Castello Cium Kening Putri Mayangsari dan Berangkulan, Rujuk?

Gosip selebritis terbaru bawa berita (K) Bopak Castello Cium Kening Putri Mayangsari dan Berangkulan, Rujuk usai sidang Mediasi (Y) di Pengadilan Agama Jakarta Timur, Selasa (15/4/2014).

Spekulasi Bopak Castello Rujuk (L) sendiri diakui belum bisa dipastikan, lantaran manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti… ;-)

Meski sempat ternoda dengan :-[ Adu Mulut Kubu Bopak dan Kubu Putri sesaat sebelum jalannya persidangan, namun semuanya (H) terbayar usai Mediasi digelar.

Orangtua Thalat Faza Indriyana Bidwiy ini tampak akur dan mesra berangkulan (L) saat menggelar jumpa media usai persidangan. Bahkan, untuk membuktikan kalau keduanya telah berdamai, Bopak pun (K) mencium kening dan dua pipi Putri di hadapan wartawan.

“Datang ke sini tandanya saya sayang Putri. (F) Tapi sekarang Putri sebagai mantan istri, jadi sahabat, saudara. Perceraian akan berjalan baik-baik. (Y) Dengan begitu kami memerdekakan hak masing-masing,”

“Kalau kita sih masih sayang, cuma kita lost komunikasi. ;-) Pas mediator kasih nasihat, saya sampai menangis. Saya sadar kalau ini merupakan kesalahan kami berdua. ;-( Putri sampai nangis juga,”

“Cerai itu kan bahasa gaib. Maksudnya kita tidak tahu ke depan seperti apa, (H) apakah jodoh lagi atau tidak. Tapi yang terbaik buat kami saat ini ya cerai,”

“Selama kami menikah, Putri manggil saya dengan sebutan Abi. (F) Nah, meskipun kami sepakat cerai, saya kepengin Putri tetap memanggil saya seperti itu,” ;-)

“Tadi kami bicara dari hati ke hati. Intinya yang jelas kami berpisah dengan baik, :-) kan ketemunya juga baik. Jangan merasa kehilangan satu sama lain. Jadi nanti bakal ada :-D janda cantik, dan duda keren,”

Putri Mayangsari sendiri mengaku lega dan senang (Y) dengan digelarnya sidang mediasi ini lantaran semua beban selama tiga tahun belakangan seolah sirna.

“Senang bisa komunikasi lagi. :-) Apalagi kan tiga tahun ini komunikasi macet. Aku juga sepakat sama Bopak, mau cerai baik-baik saja. Jadi walau kita sudah pisah, ya ketemu masih bisa,” (H)

“Kalau masih sayang ya sayang. (L) Karena Bopak pernah ada di hati Putri. Nggak munafik lah,”

“Saya rasa unek-unek sudah nggak ada lagi. Tadi mediasi cukup lega. :-) Ya terharu saja sudah ketemu lagi sama Bopak. Hampir tiga tahun nggak komunikasi,”