Bukti Lengkap Rekaman Percakapan Lalu Gigih Arsanofa dan IB

Bukti Lengkap Rekaman Percakapan Lalu Gigih Arsanofa dan IB beredar luas (K) usai Video Rekaman Percakapan Lalu Gigih dan Diduga Indra Bekti menyebar (I) di media sosial.

Kasus Pelecehan Lalu Gigih Arsanofa sendiri sebelumnya memang menggemparkan publik, :-O meski dipihak lain mendapat Bantahan Dari Indra Bekti.

Artis pendatang baru (H) yang sempat menjajal akting sebagai fighter di film The RAID, pemeran FTV, bintang iklan, dan penyanyi, Lalu Gigih Arsanofa sempat menghebohkan masyarakat :-O dengan membongkar perilaku menyimpang host IB, yang meski sudah menikah dan punya anak, nyatanya masih suka ‘menggoda laki-laki’. :-$

Walaupun laporan pria asal Lombok ini ditolak pihak kepolisan, :-S namun, pihak Lalu Gigih terus mencoba berbagai cara untuk membongkar “perilaku Homo IB”, dengan sengaja menyeba rekaman yang berisi percakapan sang klien. (T)

IB : Emang benar?

Gigih : Apanya?

IB: Ya itu laporannya,

Gigih: Kalau Kak Indra merasa nggak salah ngapain takut sih?

IB: Ya.. Maksudnya emang benaran kamu ngelaporan itu?

Gigih : Menurut Kak Indra sendiri gimana? Misalnya, gini saja misalnya kalau Kak Indra merasa nggak salah ngapain takut?

IB : Tapi nggak perlu, aku nggak mau aku sampai seperti ini. Sampai kesitu-situ gitu loh. Nanti infotaiment (ngejar) segala macem gitu lho. Ini masuk ke polisi soalnya. Memang kamu benar, begitu (melapor)? Kenapa?

Gigih : Makanya sekarang poinnya kalau Kak Indra merasa nggak salah, ngapain takut kakak?

IB : I know, tapi…

Gigih : Kakak dimana? Kakak di AN.., nggak pulang?

IB : Ya pulang. Tapi, maksudnya.. Kita khan baik baik aja. Trus kalo misalnya cara aku salah, ya yang.. mungkin mengenai waktu itu kamu nggak mau, ya udah. Kalo misalnya kamu mau pulang ke Lombok, ya udah aku bayarin. Tapi ya jangan beginilah, maksudnya aku nggak mau ada laporan-laporannya.

Gigih: Tapi kakak ngerasa nggak salah, jadi nggak usah takut.

IB : Lho.. tapi kamu mau gimana… kamu mau dikenal dengan cara seperti ini. Jangan dong.

Gigih: Aku pengen yang sederhana saja sih, kehidupan. Gitu doang,

IB : Oh ya udah, aku ngerti. Berarti nggak usah kayak gitu juga. Nanti nama kamu juga tercemar. Jadi jelek juga. Maksudnya ada apa ini? Orang jadi bertanya, jadi kasus, aduh jadi panjang deh. Mending kalau memang kamu benar-benar mau sederhana ya sudah, apa yang aku bisa bantu, apa yang kamu bisa bantu, biar kita saling bantu saja. Tulus deh, nggak perlu ada yang harus ada yang gitu-gitu.

Jadi kasus itu dibatalin aja, apa yang kamu mau lakukan ini, niatan ini, mending udah deh.

Gigih : Oke. Maksud aku, berarti Kak Indra merasa nggak salah dengan semua ini? Selama ini?

IB : Iya, tapi kan namaku jadi jelek loh

Gigih: Kak Indra takut kalau istri Kak Indra tahu?

IB : Ya iyalah, masa nggak takut? (tertawa kecil)

Menit ke 3.10, dimana Lalu Gigih mempertanyakan perihal “ketidaktahuan istri IB jika selama ini IB juga suka pada sesama jenis”.

Gigih: Emang selama ini nggak tahu kalau Kak Indra suka sama cowok kayak gitu?

IB: Ya nggak lah, nggak tahulah!

Gigih: Ini yang ngasih tahu tentang laporan Gigih Arsanofa, itu siapa yang kasih tahu?

IB: Ada, ada orang kepercayaan aku. Ayolah, tolonglah, jangan kayak gini. Nggak baik jadinya, Jadi kalo kamu mau dikenal.. yaa..

Gigih: Aku nggak mau cari sensasi,

IB : Nah! Bagus. Aku juga nggak mau cari sensasi dengan berita begini. Ya sudahlah nggak usah diterusin, apa yang kamu mau yuk kita saling bantu. Kan aku sudah berniat bantu, kenapa aku diginiin? Aku lagi ngumpulin duit, lagi cariin kerjaan. Soalnya nih ada tempat, itu butuh orang. Aku butuh orang, butuh kamu. Mau aku taruh disitu, jadi orang kepercayaan aku, tapi kok kamu begini?

Gigih: Aku kira istri Kak Indra tahu loh kalau Kak Indra suka sama cowok.

IB : Astaghfirullah.. Ya nggaklah!

Gigih: Kalau misalnya tahu gimana?

IB : Ya bahayalah, aku bisa… kehidupan aku hancur, si istriku juga.. ya kita bisa cerailah. Selesai sudahlah hidup aku. Kamu mau ngancurin hidup orang di atas kesenangan kamu, melihat orang lain hancur? Masa kamu tega?

Gigih: Kok Kak Indra bilang aku bakalan senang?

IB : Ya nggak tahu deh apa yang akan kamu perbuat,

Gigih : Kan aku sudah bilang aku nggak cari sensasi. Aku mau sholat istikharah dulu.

IB: : Ya, terus… Maksudnya, aku pengen kamu stop aja semua. Jangan ada apa-apa lagi. Jangan dilanjutin lagi hal hal ini. Please banget aku minta tolong.

Gigih: Kak Indra sayang sama istri Kak Indra?

IB : Iya dong!

Gigih: Terus kenapa Kak Indra khianati dia?

IB : Ya sudah. Makanya sekarang aku minta maaf, aku nggak mau jahatin dia lagi. Sudah ini stop.

Gigih: Kak Indra minta maaf ke siapa?

IB : Ya ke istri akulah,

Gigih: Sudah?

IB : Terus ke kamu juga, ya aku minta maaf,

Gigih: Kapan? Kak Indra kapan mau minta maaf ke istri Kak Indra? Apa Kak Indra mau ngomong semuanya?

IB : Ya nggaklah. Ya nggak mungkin dong.

Gigih : Oke.

IB : Ya maksudnya, ya nggak mungkin aku , ya kan selama ini kah aku, kita punya perasaan seperti ini, kita nggak bisa, nggak bisa apa ya? Ini bukan mau kita,

Gigih: Ya. Terus maunya siapa?

IB : Ya nggak tahu trus tiba-tiba ada perasaan seperti ini,

Gigih: Bayangin! Di Indonesia itu ada 200 juta penduduk, terus cowoknya itu banyak banget. Berjuta-juta, kenapa Kak Indra bisa hubungin aku?

IB : Nah, Ya mungkin ini kita jadi. sudah petunjuk Allah. Maksud saya mungkin dengan cara seperti ini, kamu yang kasih petunjuk buat aku. Buat, apa ya lebih baik lagi mungkin atau apa ya, kita saling mengingatkan kan,

Gigih: Oke,

IB : Jadi aku terima kasih banget. Ya maksudnya, tadinya aku juga, awal-awal memang sudah lihat kamu tuh baik kan kamu, yang jelas, karena kamu baik, aku pengen bantu. Ada niatan baik dari kamu, aku juga jadi ada berniat untuk baik. Ya sudah, lupain… apa sih permintaan yang aneh-aneh itu nggak ada deh,

Gigih: Dan Kak Indra kan tahu, aku bukan homoseks,

IB : Ya, ngerti,

Gigih: Aku bukan gay, apa Kak Indra bisa menghargai itu?

IB : Oh iya dong, pasti dong,

Gigih: Aku benar-benar cowok normal,

IB : Iya, ngerti-ngerti,

Gigih: Dari kemarin aku pengen pulang, pengen nikah sebenarnya,

IB : Oh gitu. Aku tuh gini, maksudnya, aku bukannya nahan-nahan kamu itu, bukan karena aku pengennn (ML) sama kamu gitu nggak loh. Beneran deh! Ini demi Allah aku ya, niat pengen bantu gitu. Ntar dulu, ini ada tempat yang mau aku bikin buat kamu. Kamu harus fight gitu maksudnya itu untuk ‘Yuk kamu fight yuk, di Jakarta kamu bisa besar deh kayaknya nanti’. Aku tuh punya niatan kayak gitu. Tapi ya sudah kalau misalnya kamu punya rencana nikah, ya monggo. Kamu mau pulang, nanti aku biayain kepulangannya segala macam. Kalau kamu ada apa-apa tinggal ngomong sama aku”

Gigih: Kak Indra mau solat istikharah sekarang?

IB : Ya, betul! Aku mau solat istikharah, aku mau solat tobat juga. Ya, semoga kamu bisa bantu aku juga, Allah bantu aku juga untuk ini tidak berlanjut, dan stop sampai di sini.

Gigih : Istri kak Indra dimana?

IB : Ya dirumahlah. Tapi aku juga mau kamu janji dong! Boleh nggak… untuk stop ini?

Gigih: Tapi kan Kak Indra nggak merasa bersalah, belum merasa bersalah… Aku cuman mau nanya itu doang, Kak Indra merasa bersalah atau nggak?

IB : Gini-gini, aku merasa bersalah dengan apa yang sudah aku lakuin ke kamu. Kalau kamu merasa dilecehkan, ya sudah. Aku minta maaf, sebesar-besarnya,

Gigih: Berarti sehabis solat istikharah, saya juga, mau doa. Kalau misalnya sempat, ntar, nggak apa-apa telpon lagi,

IB : Benar ya?

Gigih: Oke