Ceramah Aa Gym VS Kasus Mario Teguh, Kiswinar dan Linna Teguh

Ceramah Aa Gym VS Kasus Mario Teguh, Kiswinar dan Linna Teguh (H) tengah ramai disangkutpautkan di banyak media gosip artis.

Netizen banyak yang beranggapan bahwa :-S Ceramah Aa Gym Sindir Mario Teguh yang tak akui anak dan takut Istri Kedua marah jika berkata jujur.

Abullah Gymnastiar tengah membuat geger media sosial lantaran mengangkat tema ceramah (K) Jujur, Mengakui Anak Dari Istri Terdahulu meski berat dilakukan.

Publik pun langsung mengaitkan video tausiah ini :-S dengan Kasus fenomenal Mario Teguh dan Linna vs Ario Kiswinar dan Aryani Soenarto. Hal ini lantaran Aa Gym menceritakan kisah ayah yang tidak mengakui anak dari pernikahannya sebelumnya :-$ lantaran tak ingin istri marah, kerjaan berantakan dan menjadi bahan omongan orang.

—————————————————————

Kalau salah ngaku.

‘Ya benar, ini dari istri saya terdahulu. Ini adalah anak saya. Saya lalai, saya salah kurang perhatian. Saya akui ini kesalahan’.

Bukan saya yang ini, ya. Ini cerita saja….. Ini kalau ada kejadian yang sama, saudara mengalami ini, ngaku.

“Wah, kalau begini saudara tidak bertanggung jawab!!!”

Itu adalah kesalahan saya. Semoga saya punya waktu bertaubat dan memperbaikinya. Jangan ditiru. Ini adalah bagian yang tidak baik dari yang saya jalani‘.

Gimana perasaan saudara? Enek, sebal atau simpati?

Simpati.

—————————-

Ada dua hadirin. Ada salah, ada munafik.

Tiap orang bikin salah, pasti, tapi kalau dia bisa jujur mengakui bertanggungjawab, itu aneh tapi nyata, orang dirubah dari benci jadi simpati.

Tapi kalau kita berkelit, tidak jujur, makin bikin argumen, makin bikin alasan, diada-adakan, pake bohong, Allah tidak bisa dibohong-in. Allah punya cara untuk nge-buka kebohongan dan kekurangan kita tanpa bisa dicegah siapapun. Makin kita berkelit, makin dibuka, makin hangus.

Ngaku!

Jelas, pak?

Bapak kalau kebongkar, Ngaku!

Gimana kalau nggak kebongkar? Ngaku juga.

Kenapa ragu-ragu, hadirin.

——————————————————–

Dulu saya ngaku, heboh ya.

Dihina habis-habisan, dipermalukan, diboikot, dikucilkan.

Insya Allah, mudah-mudahan saya juga ada perubahan sedikit-sedikit.

——————————————————–

Jangan suka nggak ngaku sama anak.

Jelas?

Saudara belum punya anak ya?

Mau berkelit bagaimana pun, Allah tahu setiap rahasia.

Kalau kita salah, ngaku.

Walau berat ya… Takut malu, takut dihina oleh orang. Pasti beratnya jujur itu karena takut oleh orang. Takut dipojokkan, takut karier hancur, takut kita dihina, takut bangkrut.

Pasti… urusannya dengan orang itu tidak mau jujur. Kalau jujur, nah itu takutnya ke Allah tuh.

——————————————————–

‘Gimana A’ kalo kita udah jujur malah usaha kita jadi bangkrut, kita dipecat?’

Ga apa apa. Allah bakal ganti dengan sesuatu yang lebih barokah.

Saya jujur di kantor A’, dipecat.

Bagus, Berarti Saudara akan dapat jabatan direktur utama merangkap karyawan inti, yah, artinya kerja sendirian akhirnya.

Tenang, tenang, tenang.

Dipecat itu tidak ada apa-apanya. Dipecat dari Allah, itu yang ada apa apanya. Benar?

——————————————————–

‘Tapi A’, istri saya mah galak. Kalau saya jujur mah bisa dikrekep…’

Tenang…. Istri sepenuhnya dalam genggaman Allah. Apapun yang diinginkan dan direncanakannya enggak bisa keluar dari kekuasaan Allah. Sekarang (istri -red) marah, itu tebusan dari dosa. Besok, lusa dibalikkan hatinya, bisa. Gampang.

Sama, suami juga mau apapun rencananya tetap dalam kekuasaan Allah. Walaupun suami mengancam apapun kalau Allah ndak mengizinkan, tidak akan kejadian.

Sama sama, anak ciptaan Allah. Itu anak nggak pernah pesan lahir dari orangtua siapa. Betul?

Kalau saudara ditakdirkan nikah sama janda sudah punya anak, atau duda sudah punya anak, itu anak, walaupun bukan darah daging, itu anak. Titipan Allah. Berhak disayangi, karena semua kebaikan kita balik ke kita sendiri.

——————————————————–

‘Si Fulan terpilih sebagai Suami Teladan Tingkat Propinsi.’

Anak kaget, ‘Hah si bapak teladan? hah, pasti pantia nggak ngerti apa-apa nih, tau apa panitia…’

‘Ayah Teladan Tingkat Nasional’

Kata anak-anak, ‘Ampun, gak ngerti apa apa panitia. Bapak tingkat nasional tau apa tentang kita. Panitia hanya dengar kata orang, hanya ketemu sekali waktu wawancara‘… Itu hati anak tuh.

Hati anak lebih peka, karena dia lebih sedikit dosanya. Kalau anak sudah ngerasa ini ayah benar-benar, bakal enggak perlu penghargaan tingkat manapun, itu sudah benar-benar bagus. Makanya kalau mau kita jujur melihat diri kita, tanya ke orang orang terdekat. Itu aset yang paling mahal. Orang terdekat itu harus dibuka kesempatan untuk mengatakan diri kita apa adanya, seperti cermin.

……..

——————————————————–

Aa Gym Sindir Mario Teguh

Vidi Syarief, kuasa hukum Mario Teguh sendiri mengaku (K) sudah menerima kiriman video Tausiyah Aa Gym yang tengah ramai dibicarakan. (I) Namun, pihaknya menyatakan belum bisa memberikan komentar.

Sedangkan Eka Sumadji, asisten Aa Gym, mengungkapkan (K) belum tahu ceramah sang da’i yang tengah viral di media sosial tersebut.

“Kemungkinan itu rekaman lama yang dikait-kaitkan dengan peristiwa sekarang :-S (Mario Teguh dan Kiswinar) dan menjadi viral di media sosial,”