Cerita Pengantin Baru Dimas Aditya dan Tika Bravani : Ngorok vs Jorok

Berita artis kali ini bawa bahasan soal ;-) Cerita Pengantin Baru Dimas Aditya dan Tika Bravani : Ngorok vs Jorok.

Mengaku masih melakukan adaptasi usai perkawinan yang baru berjalan 2 minggu, (F) Dimas dan Tika menyatakan berusaha melakoni tugas sebagai suami dan istri dengan sebaik-baiknya. (L)

Pernikahan Dimas Aditya dan Tika Bravani yang telah digelar 7 Agustus 2016 lalu (K) membawa banyak cerita.

Kebersamaan dalam membangun rumah tangga, (K) diakui membawa dampak positif bagi pasangan yang mengalami Cinta Lokasi ini. Soal karier mereka di dunia entertainment, baik Dimas maupun Tika memilih untuk memperbolehkan masing-masing berkarier (I) asal mengerti kodrat sebagai suami ataupun istri.

D : “Dua minggu udah. :-) Sekarang ada yang atur keuangan, dia (Tika) yang atur,”

“Apapun kalau bisa temenin ya saya nemenin, anterin. Selama kita bisa temenin ya temenin. (L) Paruh waktu aja,”

T : “Lebih keurus sih kita. ;-) Aku juga yang urus dia. Dimas ingetin kalau aku lupa. Dimas juga on time orangnya,”

“Untuk masalah kerjaan, nggak ada alasan buat kita melarang, :-) yang penting tau kodrat masing masing,”

Keduanya pun berbagi cerita (K) kehidupan rumah tangga, dimulai dari kebiasaan masing-masing yang baru kelihatan saat telah hidup bersama. Dimas mengaku kaget dengan suara mendengkur sang istri, :-O yang disambut dengan kagetnya Tika dengan kebiasaan kurang rapi sang suami.

D : “Pas dia tidur ;-) dia kadang-kadang ngorok, tapi enggak gede,”

T : “Aku kaget dengan kejorokannya. :-P Dia taruh barang sembarangan. Ya begitu,”

Lantas berlanjut soal belajar masak, (^) yang diakui Tika tak pernah dilakukan sebelumnya.

Dimas sendiri punya cerita perihal semangat sang istri untuk menjadi wanita sesungguhnya, ;-) yaitu berkutat di dapur. Pria kelahiran 7 September 1984 ini sendiri tak memilih langsung memuji masakan enak supaya istri senang, (H) melainkan jujur agar bisa memperbaiki diri.

“Dia jarang masak. :-) Jadi belajar masak pas udah nikah,”

“Aku sih nggak nuntut. Dia nanya kamu sukanya apa? Makan apa? Begitu udah nikah, ;-) hari pertama dia masak nasi goreng, rasanya nggak rata, dia pun belajar, lama-lama jadi enak,”

Mendengar jawaban sang suami, wanita kelahiran Denpasar, 17 Februari 1990 inipun merasa nyaman (F) lantaran sikap menghargai Dimas.

“Senang juga kalau suami senang sama masakan kita. :-D Awalnya aku nggak pernah ke dapur,”

“Ada kepuasan sendiri masakin dia. Dia hobi makan juga kan,” ;-)

“Sempat mikir :-S pasti ngerasa dapat respon pahit, tapi dia ngerasa katanya bumbunya udah bener nih tapi ada yang kurang. Dia bilang nggak enak tapi hargai, suami idaman,” (L)