Dibully Karena Hanya Beri Seratus Ribu, Marshanda Prioritaskan Rawat Ayah

Dibully Karena Hanya Beri Seratus Ribu, Marshanda Prioritaskan Rawat Ayah (Y) daripada membingungkan detail nominal yang dianggapnya tak penting.

Ya, Marshanda memang masih juga mendapat cacian publik, :-$ meski dirinya dengan sigap mengakui Irwan Yusuf sebagai ayahnya.

Bukan hanya dibully sebagai Anak Durhaka Telantarkan Ayah, :-( Andriani Marshanda pun juga menjadi olok-olokan lantaran hanya memberi uang saku 100 ribu rupiah :-S kala mengunjungi sang ayah di Panti Bina Insan di Cipayung, Jakarta Timur.

Padahal, kala itu Caca sudah bertahun-tahun kehilangan kontak dengan sang ayah, :-O dan bahkan datang ke Panti Sosial dengan mengendarai Alphard.

Saat dikonfirmasi media mengenai hal ini, (K) Marshanda membantah hanya memberi uang saku dalam jumlah sedikit. Namun, daripada sekedar menyebut nominal, ibunda Sienna ini lebih mementingkan (Y) kesehatan sang ayah dan juga masa depannya.

“Nggak seratus ribu kok ngasihnya (saat di panti).” :-S

“Kalau untuk nominal rahasia ya. Menurutku soal nominal merupakan detail-detail yang nggak penting,” :-(

“Kalau soal itu (bantu ekonomi) ya gampang dong, (H) nggak perlu pakai hitung-hitungan detailnya, atau kasih jatah bulanan atau gimana.”

“Tapi yang jelas aku dan keluarga besar akan membantu papa dalam segala aspek, (Y) karena ini kan enggak bisa langsung semalam, karena detil untuk tempat tinggal papa ke depan, :-) pekerjaannya, itu butuh pembahasan yang lebih detil, tak hanya sehari,”

“Untuk sekarang, (I) prioritas kita adalah membawa Papa ke dokter karena kan matanya infeksi, kita ajak dia ketemu dokter, kondisi matanya gimana, dan kemarin dia agak pusing-pusing,” ;-(

Marsanda pun mengaku tak khawatir :-) dengan bantuan yang akan diberikannya untuk sang Ayah, meskipun berkembang  issue :-$ yang menyebutkan jika sosok Irwan Yusuf adalah pria yang suka berjudi, menghamburkan uang, :-O dan menghabiskan harta keluarga,

“Yang ngatur rencana setiap orang di depan itu Allah kok, :-) bukan aku atau keluarga papaku. Sejenius apa aku dan keluarga membuat rencana untuk mencegah? Tapi yang Maha Bijaksana yang mengatur jalan ke depannya,” (Y)

“Yang penting saat ini aku berikan yang terbaik, (I) menurut pemahaman, pengetahuan dan pengalaman kita ke depannya. Kalau diserahin ke Allah SWT pasti jalan baik akan terbuka,”