Ditegur KPI, Trans TV Sebut Janji Suci Raffi Nagita Disukai Penonton

Berita selebritis bawa perkembangan soal (H) Ditegur KPI, Trans TV Sebut Janji Suci Raffi Nagita Disukai Penonton.

(F) Prosesi Pernikahan Raffi Nagita yang ditayangkan eksklusif Trans TV sepanjang total 14 jam memang menyisakan masalah :-$ saat ada pihak yang protes lantaran durasi tidak wajar, serta content yang tidak bermanfaat dan meminta ketegasan KPI .

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan sanksi administratif (~) kepada Trans TV, karena sudah menggunakan frekuensi publik untuk menayangkan tontonan yang tidak memberikan manfaat untuk kepentingan publik. :-[ Bahkan, KPI melarang Trans TV untuk menayangkan ulang :-S dan melakukan tindakan serupa di masa mendatang.

Meski demikian, Komisioner KPI Agatha Lily mengungkapkan (K) bahwa tayangan Janji Suci tidak melanggar aturan, hanya salahnya menggunakan frekuensi publik.

“Apabila dilanggar, maka ada kemungkinan izin siarannya bisa dihentikan. (H) Sejauh ini, kami tidak melihat hal-hal yang melanggar hukum dalam tayangan tersebut”

“Tetapi menggunakan frekuensi publik untuk tayangan yang tidak membawa manfaat untuk publik :-S juga bukan tindakan yang benar,”

Hadiansyah Lubis, Humas Trans TV pun angkat bicara (K) mengenai teguran KPI.

Dirinya mengungkapkan jika tayangan Janji Suci sendiri lebih kepada permintaan penonton. (I) Hadiansyah menambahkan jika prosesi Pernikahan Raffi Gigi bahkan bisa jadi pembelajaran (Y) dan penambahan ilmu tentang prosesi Adat.

Pria berkaca mata inipun menyatakan (K) jika publik yang merasa tidak mendapatkan informasi dari tayangan Trans TV bahkan punya kewenangan ;-) memilih acara di stasiun lain. Namun yang terjadi, justru Tayangan Janji Suci membuat rating Trans TV melonjak di posisi teratas lantaran banyaknya pengguna televisi yang menikmatinya. :-D

“Ini hanya momentum saja.” :-)

“Kalau tidak ingin banyak yang tahu, ya kita tidak akan menayangkan. (H) Ini karena ada permintaan penonton saja.”

“Dan, hanya dua hari kok tayangnya. (O) Ini jadi pelajaran, gini loh proses publik figur menikah. Tradisi kebudayaan mereka. Adat dan sopan santun. Itu yang harus dilihat juga,” ;-)

“Kalau kurang informasi (dari program yang kami buat), ya kan ada pilihan lainnya.” :-)

“Publik ingin mengetahuinya. Tugas kami begitu. (I) Tayangan informasi yang menghibur,”

“Ratingnya, langsung melonjak di posisi pertama. (Y) Share 19,5 persen. Dari Nielsen (Lembaga Survei). Rating 11,9 persen. Kemarin itu ya. Itu artinya tontonan kami banyak disukai masyarakat,” :-D

“Kami hanya melihat momentum saja kok ini. Kami akan duduk bersama untuk menjelaskan didepan KPI,” :-)