Evaluasi MUI soal Praktik Pengobatan Ustadz Guntur Bumi

Evaluasi MUI soal Praktik Pengobatan Ustadz Guntur Bumi (I) sudah dikeluarkan hari ini.

(~) Praktik Perdukunan yang ditudingkan pada UGB akhirnya membuat pihak Majelis Ulama Indonesia turun tangan dan mengeluarkan sikap. (Y)

Tepatnya hari Rabu, 12 Maret 2014, MUI mengeluarkan pengumuman (E) mengenai hasil temuan dari praktik pengobatan Ustaz Guntur yang belakangan :-$ jadi polemik di masyarakat.

Amirsyah Tambunan, Wakil Sekretaris Jenderal MUI menyatakan (K) jika butir-butir kesimpulan yang disepakati diakui siap dijalankan oleh UGB,

“Setelah melakukan klarifikasi dan investigasi (H) selama dua bulan terhadap pengobatan UGB, yang kemudian diberitakan di berbagai media, lalu mengundang kontroversi, MUI buat sikap dan tausiyah sebagai berikut,” :-)

1. Bacaan dan doa dalam praktik rukiyah UGB dan penggunakan herbal harus tetep terjaga bersih dari kemusyrikan.

2. UGB akui terdapat penyimpangan zakat, infaq, dan sadakah sebagai salah satu syarat dalam melakukan pengobatan. MUI minta untuk zakat, infak, dan sadakah harus sesuai benar-benar sesuai asnah Islam, distribusinya mustahak.

3. Dalam praktik pengobatan UGB harus di ruang terbuka, dan hindari halwat seperti kalau laki-laki yang berobat ya diobati dengan laki-laki juga, perempuan ya perempuan.

4. Kalau ada pasien yang merasa dirugikan tolong UGB selesaikan scara arif, bijak, dengan ke depankan prinsip musyawarah dan dengan fakta-fakta.

5. Dalam pengobatannya nanti UGB akan dibimbing dan dibina oleh MUI selama enam bulan scara intens. Dan laporkan pengobatannya.

6. Jika dikemudian hari ada hal-hal yang tidak sesuai dalam pengobatannya baik dalam arti fatwa MUI tentang mengenai perdukunan dan peramalan, kriteria 10 aliran sesat MUI, maka dia siap terima fatwa sesat, dan bersedia terima sanksi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.