Humor Mukidi Ciptaan Soetantyo Moechlas Yang Menggemparkan

Humor Mukidi Ciptaan Soetantyo Moechlas Yang Menggemparkan ;-) masih terus bertebaran di media sosial.

Selain karakter fiksi, Mukidi pun telah menjadi ‘trend terkini’ (I) di kalangan anak muda. Bahkan, Kopi Mukidi yang tak berhubungan dengan cerita pun, laris manis ikut populer. :-D

Karakter Mukidi muncul dibanyak sosial media. (L) Gempuran dahsyat Mukidi bahkan memunculkan banyak meme di jejaring sosial.

Adalah Soetantyo Moechlas alias Yoyok, sosok pencipta karakter Mukidi. (H) Pria kelahiran Purwokerto,7 Februari 1954 ini adalah pensiunan perusahaan Farmasi. Tokoh Mukidi sendiri diciptakan untuk kepentingan bahan guyonan kala presentasi. (~)

“Pekerjaan saya sebagai karwayan farmasi, :-) menuntut saya untuk cakap tampil di depan banyak orang. Saya selipkan cerita-cerita Mukidi agar mereka semangat dan melirik produk saya,” (H)

“Di perusahaan tempat saya bekerja itu juga kan ada buletin, (~) cerita-cerita lucu Mukidi juga sering diterbitkan di buletin kantor saya.”

Karakter Mukidi pun dikisahkan pula di Radio Prambors dan Delta FM, (I) yang kala itu dibacakan oleh penyiar Prambors Ida Arimurti dan Khirsna Purwana.

Saat pensiun, Yoyok pun mengumpulkan semua naskan Mukidi dan mencetaknya dalam 3 seri judul buku Laskar Pelawak. (Y)

Kini, saat Mukidi kembali hits di tahun 2016 dengan banyak versi cerita, (K) Yoyok mengaku tak masalah dan bahkan senang lantaran karakter ciptaannya makin terkenal.

“Saya nulis dari tahun 80-an, jadi setiap orang diberikan kisah yang berbeda,” :-)

“saya juga kaget kok tiba-tiba ramai di media sosial. :-O Mungkin karena mereka sering browsing-browsing,”

Ya, Mukidi memang viral di media sosial, selain karena ‘ndeso’ dan ‘bully-able’ di jejaring sosial, (H) karakter satu ini juga hadir dengan guyonan segar.

“Kenapa pilih nama Mukidi? :-S Ini tak ubahnya nama Kabayan, Wakijan, Samijan dan sebagainya. Nama-nama yang menyimbolkan rakyat kecil dan mudah diingat,”. :-)

“Tokoh-tokoh itu berbau jawa banget. Dan itu tipikal orang Jawa semua. Mukidi juga orang Jawa. ;-) Tidak ganteng, tidak juga jelek. Tidak terlalu pintar dan tidak terlalu bodoh, tapi ya kadang-kadang nakal. :-) Kadang-kadang cerdas, sangat manusiawi,”

“Mukidi ini sebenarnya nama yang pernah ngehits di tahun 1980-an (I) karena pernah digunakan di salah satu film Warkop,”

====

Mukidi dan Raport :

Ini cerita waktu Mukidi akan mengambil raport di sekolah.

Mukidi : “Pak, nanti pas liburan, aku dibelikan sepeda ya.”
Bapak : “Oke, tapi rapot sekolahmu harus ada nilai 9 nya. 3 mata pelajaran saja, tidak usah semua”

Selesai menerima raport….

Mukidi : “Pak, Rapot saya ada angka 9 nya, tiga. Sepedanya mana, Pak?”
Bapak : “Nah, kaya gini ini anaknya Ayah. Pintar sekolahnya. Itu disana, sepedanya sudah Bapak belikan. Mana raportnya?”
Mukidi : “Saya taruh di atas TV, pak”

Mukidi pun langsung mencoba sepeda barunya.

Isi Raport Mukidi :

-Matematika = 3
-IPA = 4
-Penjas = 4
-IPS = 4
-Bhs Indonesia = 3
-Sakit = 9
-Ijin = 9
-Alpa = 9

====

Hobi :

Sambil duduk di kafe Mukidi berkenalan dengan Leli (lebay sekali) yang sama-sama sedang menikmati kopi.

“Mas Mukidi kerja dimana?”
“Saya cuma pengusaha…”
“Tinggalnya dimana mas?”
“Pondok Indah Bukit G0lf…”
“Punya mobil apa aja mas?”
“Cuma dua koq; Bentley sama Hummer…….”
” Mas sudah punya istri…?”
“Hmm…Sampai saat ini … belum tuh…hehe….”
“Mas merokok?”
Mukidi menggeleng.
“Mas suka minum-minuman keras?”
Mukidi menggeleng lagi.
” Mas suka maen judi??”
“Nggak… Haram”
“Mas suka dugem gak?”
“Ya nggak lah…”
”Pasti mas Mukidi sudah haji?”
“Yah… baru sekali tapi umroh hampir tiap tahun…”
“Hobinya apa sih mas?”
“Ngibulin orang……”

=====

Umur Makonah :

Menjelang Idul Fitri Markonah tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris bukan beli dari MLM seperti  teman-temannya. Kosmetik ajaib yang lebih mahal dari  Bobbi Brown, Stila, dan Mac menurut salesgirlnya memberi garansi,  pemakainya akan tampil jauh lebih muda dari usianya.

Setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ‘ajaib’ nya, dia bertanya kepada Mukidi, sang suami:

“Mas, sejujurnya berapa tahun kira-kira usiaku sekarang?”

Mukidi memandang lekat-lekat istrinya tercinta. “Kalau dilihat dari kulitmu, usiamu 20 tahun; rambutmu, hm…18 tahun….penampilanmu.. 25 tahun…”

Markonah tersipu manja, “Ah mas Mukidi pasti cuman menggoda,”

“Tunggu dulu sayang, saya ambil kalkulator….. saya jumlahkan dulu ya…..”

Kopi Mukidi :

Nah, dibalik karakter fiksi Mukidi yang mem-booming, :-D ada berkah pula bagi Mukidi, petani kopi asal dusun Jambon, desa Gandurejo, Temanggung, Jawa Barat. Kopi Mukidi produksinya laris manis (Y) terdongkrak humor Mukidi ciptaan Pak Yoyok.

Saat dikonfirmasikan, Mukidi asli dan sang istri mengaku tak tersinggung (H) dengan adanya karakter yang sama seperti namanya tersebut,

“Saya tidak tersinggung dengan candaan itu, :-) sama sekali saya tidak keberatan jika nama Mukidi jadi bahan cerita lelucon netizens. Malah saya diuntungkan dengan candaan itu. :-D Sejak ramai dibincangkan di socmed, penjualan kopi saya meningkat tajam. Sebelumnya rata-rata perhari terjual 1 kilogram kopi, sekarang bisa 10-15 kilogram,” (H)