Ibunda Marshanda, Riyanti Sofyan Bantah Berita Pemasungan Marshanda

Gosip artis kali ini bawa kabar soal Jumpa Pers (K) Ibunda Marshanda, Riyanti Sofyan Bantah Berita Pemasungan Marshanda.

5 hari diam dengan Kasus Marshanda Dipasung Ibunya, kini keluarga Chaca angkat bicara dan mengungkapkan sang putri “dipengaruhi” orang lain :-( dengan pernyataannya yang mengejutkan beberapa hari belakangan ini.

Rianti Sofyan, ibunda Marshanda akhirnya bicara (K) untuk meluruskan pemberitaan yang belakangan ini menyudutkan dirinya. Mulai dari tega memasung putri sendiri, :-( menjadikan Marshanda ATM berjalan, melakukan pemaksaan, dan kabar lainnya.

Dinyatakan Rianti, apa yang dilakukannya pada Marshanda adalah langkah tepat (Y) untuk menyelamatkan sang putri.

“Pertama-tama :-) yang mau saya ungkapankan saya tetap berpendapat bahwa Marshanda adalah anak yang baik,”

“Saya ingin klarifikasi, kalau saya bukan orangtua seperti yang disampaikan di media. :-$ Saya lakukan ini hanya sebagai ibu yang ingin selamatkan kepentingan anak. Saya ingin lakukan yang terbaik untuk anak saya. (Y) Semua orangtua, semua ibu pasti lakukan yang sama seperti yang saya alami,”

“Anak saya menjalani terapi atas saran dokter psikologi, :-S itu yang sebenarnya terjadi. Kok malah diputarbalikkan? Malah dibilang saya yang memasung Chacha?,”

“Saya ibu yang lahirkan Chacha. Selama 25 tahun saya besarkan. (L) Saya yakin Cacha tidak seperti itu. Dia mudah dipengaruhi,”

“Saya enggak pernah menjadikan Caca sebagai mesin ATM. Itu semuanya enggak benar,” :-[

“Jujur, saya lega kalau Caca bisa ditangani manajer, :-) enggak ada masalah. Tapi manajer yang seperti apa dulu? Apakah punya program kerja yang baik?’ :-S Apa punya program kerja yang sesuai dengan Caca?. Caca itu dari kecil sudah punya mimpi yang besar. Saya hanya bantu dia mewujudkan cita-citanya,”

“Nggak ada ibu yang mau lakukan hal buruk pada anaknya. :-S Meski pada akhirnya, anak-anak punya penilaian sendiri. Tugas orang tua adalah mendidik anak sampai remaja,”

“Kita punya masa kecil bahagia, (L) main ke puncak sama-sama, mama sering anter Chacha pergi sekolah dari kecil, saat adik-adik lahir, saat weekend ke mana kita bisa jalan, kita bisa jalan. Sahur sama-sama, Lebaran, (Y) banyak masa bahagia di situ, banyak Chacha cara mama untuk kasih semangat, bikin doa, nggak bayangkan Chacha bisa lakukan hal seperti sekarang nak,”

“Bismillah sayang, (L) semoga Allah membimbing kamu dan mama selalu doakan agar Allah doakan yang terbaik buat kamu. Biar kamu tahu apa yang kamu lakukan benar atau salah,” (I)