Jadi Ibu, Nuri Maulida Pilih Fokus Urus Anak

Jadi Ibu, Nuri Maulida Pilih Fokus Urus Anak (Y) dan vakum sementara dari hingar bingar dunia selebritis.

Sejak resmi menikah (L) dengan Pandu Kusuma Dewangsa pada 9 November 2014 di Masjid Al-Ittihad, Tebet Mas, Jakarta Selatan, dan melahirkan bayi perempuan (F) pada 27 Juni 2015, Nuri memang menepi dari entertainment.

Menjadi ibu dari seorang bayi perempuan cantik (L) bernama Salsabila Ramadhani Dewangsa memang menjadi anugerah terindah bagi Nuri Maulida. (G)

Kebahagiaan pemain sinetron Cinta Fitri inipun tampak terpancar :-D kala berbagi cerita tentang sang putri cantik.

Bersyukur memiliki kehidupan yang dijalani sekarang, Nuri mengaku masih ingin berkonsentrasi (Y) pada keluarga kecilnya, meski sang suami tak melarangnya kembali ke dunia entertainment.

“Kalau istilah nobody’s perfect, kehidupan pun begitu”

“Kehidupanku juga nggak ada sesuatu yang sempurna, tapi ini kebahagiaan yang luar biasa, aku bersyukur atas segala sesuatunya. Apa yang Allah kasih aku terima,”

“Suami tidak yang over protective. Membatasi juga tidak secara langsung, dia komunikatif. Biasanya aku ditanya, mau kerja boleh tapi tidak yang membahayakan baby. Aku diberi pilihan dan aku memilih untuk fokus mengurus anak saat ini,”

“Kalau sinetron saat ini aku belum terima, masih fokus mengurus anak dan lebih ke keluarga. Tapi aku tidak dilarang, boleh bekerja. Cuma kalau sinetron aku belum mau terima,”

“Aku selalu bawa anak ke mana-mana biar dekat denganku. Termasuk ke pengajian atau tempat kerja lainnya. Apalagi dia masih ASI eksklusif,”

“Dari sebelum melahirkan aku sendiri yang ingin mandiri. Aku tidak ingin pakai jasa babysitter, dari keluarga sebenarnya kasih babysitter, tapi aku yang nggak mau. Aku terinspirasi dari keluarga di Korea, dia sendiri di sana tapi bisa urus semuanya,”

“Walau repot, nggak apa-apa. Karena niatnya lillahita’ala dan alhamdulillah dilancarkan. Kalau dibikin ribet, akan ribet terus, Tapi kalau diingatnya ini nikmat dan jalan dari Allah. Akan happy aja, apalagi kalau anak senyum terbayarkan semua capeknya.”