Kasus Pengeroyokan Warga Pada Ustad Solmed Karena Terlambat Datang Ceramah

Kasus Pengeroyokan Warga Pada Ustad Solmed Karena Terlambat Datang Ceramah :-O terjadi di Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka.

Kabarnya, Jamaah emosi :-[ lantaran sang ustad yang dijadwalkan hadir pukul 23.00 WIB, justru baru datang pukul 00.30 WIB.

Perayaan Isra Mi’raj di Masjid Al Munawaroh, Desa Pasauran, Jumat akhir pekan lalu :-$ berujung petaka kala sang penceramah justru nyaris menajdi korban amuk massa, yang mencapai 5000 jamaah.

Acara yang dimulai ba’da Isya ini sendiri (O) awalnya berjalan lancar, namun, mulai memanas setelah sang Da’i tak kunjung tiba. Hingga akhirnya, pukul 00.00 tengah malam, jamaan pun mulai membubarkan diri sembari memendam ‘amarah’ :-[ lantaran sang Ustad tak kunjung datang.

Kamandanu, Ketua Pemuda Desa Pasauran yang dikonfirmasi media (K) membuka peristiwa pengroyokan pada rombongan Ustad Solmed. Hal ini terjadi lantaran warga dan ribuan jamaan kesal :-[ sudah dibuat menunggu lama, dari jadwal pukul 23.00 WIB, namun baru datang pukul 00.30 WIB.

“Malam itu undangan sudah pada pulang :-S sekitar pukul 12.00 WIB. Semua kursi sudah diberesin. Saat itu Ustad Solmed datang dari arah Anyar. Pihak Ustad Solmed coba kasih penjelasan ke panitia, (K) kalau mereka datang terlambat karena alamatnya tidak tepat. Kita kan nggak mungkin kasih alamat salah, wong kita panitianya kok,” :-S

“Lalu ada salah seorang pengawal yang menunjuk-nunjuk tokoh masyarakat saat mengklarifikasi keterlambatannya. :-[ Disitulah, masyarakat tidak terima dan mengamuk. Kejadian itu nggak lama, sekitar lima menit. Ya namanya warga sudah kesal, tidak tahu lagi siapa apa yang ada disitu. :-[ Pengawal, sopir dan Ustad Solmed jadi sasaran kekesalan dan kekecewaan warga.”

“Untungnya, ibu-ibu yang hadir pisahin warga dan mereka (rombongan ustadz, red) diberi pertolongan. :-S Ustad Solmed dan sopirnya langsung masuk ke mobil, lalu pergi dari tempat itu. :-S Kalau pengawalnya kabur naik mobil bak terbuka yang kebetulan sedang lewat dijalan,”

(K) Namun, saat dikonfirmasikan pada Ustadz Soleh Mahmud alias Solmed, da’i jebolan UIN Syarif Hidayatullah ini membantah :-S ada peristiwa pemukulan pada rombongannya, meski membenarkan keterlambatan kedatangannya.

“Kalau saya terlambat itu bukan salah saya, :-( tapi ada yang tidak jujur salah satu oknum panitia memberikan informasi alamat kepada saya. Hingga saya datang acara sudah bubar,”

“Tanggal 29 April 2016 saya mendapat undangan acara ke Serang Timur (E) yang lokasinya kata panitia hanya 10 menit dari keluar tol Serang Timur. Sampai keluar tol Serang timur pukul 21.45 WIB. Saya telepon panitia kalau saya sudah sampai tol Serang Timur, :-S tiba-tiba panitia mengubah lokasi dengan menyebut keluar tol Cilegon Barat,”

“Saya tanya berapa lama jarak dari Cilegon Barat ke lokasi acara? Panitia sebut hanya 3 KM ( -+ 10 menit ). (O) Ternyata dari keluar tol Cilegon Barat saya harus menempuh perjalanan hampir 2 jam, 8O lokasinya ternyata di Karang Bolong Banten,”

“Wajar kalau saya sampe jam 00.00an malam, saya merasa sedang dikondisikan :-( harus telat sampai lokasi. Panitia di lapangan dengan penjemput pasti ada kordinasi, sehingga tau di mana posisi saya, mengapa saat saya sudah dekat dengan lokasi… malah jamaah dibubarkan?”. :-S

:-$ “Tidak ada pemukulan tehadap saya. Kalau pun ada keramaian yang terjadi karena saya menjelaskan duduk perkara yang terjadi sesungguhnya, dan mereka menerimanya. :-) Bahkan kita masih sempat foto bersama dengan masyarakat,”