Kasus Penipuan 1,8 M Delia Septianti vs Amelia Abdurahman Aljufrie

Kasus Penipuan 1,8 M Delia Septianti vs Amelia Abdurahman Aljufrie :-O masih terus jadi bahasan di banyak media gosip.

Bisnis antara Amelia Aljufri dan Tofan Pohan sendiri memang menyeret sosok Delia (W) yang juga istri Tofan dan teman dekat Amel.

Kasus Penipuan dibongkar Amelia Abdurahman Aljufrie. (K)

Sebuah bisnis kerjasama membuat lahan parkir dengan modal 1,8 Milyar (~) yang telah disepakatinya dengan Tofan Putra Unggul Pohan, dengan iming-iming 3 bulan uang kembali, nyatanya hanya berupa imbalan cek kosong. (E)

Amel ditemani kuasa hukumnya Devi H. Waluyo pun melaporkan Tofan, beserta sang istri, Delia Septianti, (E) ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Senin (18/7/2016).

“Kami baru melaporkan seorang bernama TPU (Tofan Putra Unggul) dan ASI alias DS (Delia Septianti) (~) dalam perkara penggelapan dan penipuan, pasal 372 KUHP dan 378 KUHP. Delia ikut dilaporkan karena dianggap ada keterkaitan. :-S Tadinya yang mau dilaporkaan Tofan saja, tapi hasil pemaparan ada keterkaitan Delia masuk ke dalam laporannya,

“Cek (kosong) diserahkan awal November 2015, tapi jangka waktu sampai juli 2016 tapi :-$ dananya tidak ada. Pertama, Rp1,5 miliar. Bulan lalu Rp300 juta kami cairkan kosong, dan Juli coba kami cairkan masih kosong, :-[ jumlahnya di atas Rp1 miliar,”

Amel yang dikonfirmasi media mengaku tertarik dengan bisnis bersama Tofan :-S lantaran menganggap Delia sebagai teman yang bisa dipercaya,

“Aku enggak kenal suaminya, tapi kenal Delia sudah tujuh tahun. :-( Terus aku dikenali ke suaminya dua bulan setelah mereka nikah, dan ditawari bisnis. (~) Bertemu mereka berdua dan bicara bisnis parkir di UIN Bandung dan RS Tarakan, Jakarta Pusat,”

“Sudah coba diselesaikan baik-baik, tapi kalau aku telepon selalu besok-besok, alasan bank tutup,” :-[

Desas desus pelaporan inipun sampai (I) ke pihak Delia Septianti.

Tak terima dituding ikut terlibat penipuan dari bisnis yang dilakukan sang suami, :-[ Delia pun balik melaporkan Amelia Aljufrie ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Selasa (19/7/2016) sore, (~) atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Iya, karena saya enggak terima aja nama saya dicemarkan, kenapa saya yang dilaporkan. :-$ Tujuannya itu aja sih, saya enggak terima sama pencemaran nama baik saya. :-[ Urusan bisnisnya sam suami saya, kok saya yang dilaporkan, saya jadi bingung,”

“Saya hanya saksi. :-( Saya tahu suami ada bisnis sama dia (Amelia), tapi bukan penipuan kok. Semua ada bukti buktinya,”

“Saya juga tidak terima bahwa pelapor bilang bahwa tidak ada pembayaran. :-S Dia tidak bilang sama teman-temannya kalau suami saya sudah membayar,”

“Delia bertanggung jawab untuk menyelesaikan ini sebagai istri dari suami saya. (I) Cuma suami saya tidak terima kenapa saya dibawa-bawa dan dilaporkan. Saya juga jadinya ikut nggak terima, :-S ini jelas banget Amel memelintir fakta kemana-mana,”

“Saya dan suami saya juga nggak takut karena benar. (I) Suami saya pernah dituding penalang dana, mana buktinya? Saya nggak terima banget,”

“Saya merasa sepertinya ada yang cari sensasi atau popularitas.” :-S

Konfirmasi tambahan pun diungkapkan DH Lubis, (K) selaku pengacara Delia. Diungkapkan bahwa sosok sang klien dalam bisnis antara Amel dan Tofan hanyalah sebagai saksi dan bukan penjamin seperti yang diberitakan. :-S

“Hubungan perdata itu pelapor (Amelia) dengan suami Delia. (~) Jadi Delia ini mau klarifikasi ini bukan urusan dia secara pribadi,”

“Suaminya bisnis, enggak sabar akhirnya pelapor minta waktu mundur. (O) Delia jadi saksi, di sampingnya ada suaminya yang buat, bukan diminta, bukan sebagai penjamin. Bukan, apalagi sebagai orang yang bertransaksi bisnis itu,” :-S