Kasus Silet RCTI

Silet edisi Merapi 7 November 2010Kasus Silet RCTI, Fenny Rose dan statement Yogyakarta Kota Malapetaka :-S masih terus jadi berita terpanas di dunia intenet.

Silet RCTI Dihentikan Tayang oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) :-$ mulai Selasa, o9 November 2010 hingga status Awas Merapi turun menjadi Siaga, sebagai sanksi dan teguran. :-[

Hari Minggu, 07 November 2010, (O) Tayangan infotainment Silet bertopik Merapi dengan host Fenny Rose membuat gempar saat membahas petaka pasca letusan Gunung Merapi. :-O

Dalam tayangan itu, :-$ disebut-sebut sang presenter silap lidah dengan menyebut soal Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendapat julukan Kota Malapetaka.

Ditambah lagi, narasumber paranormal juga menyebutkan sebuah ramalan (I) tentang adanya musibah hebat di hari Senin, 08 November 2010, keesokan harinya.

Akibatnya, ;-( 550 orang pengungsi di daerah Muntilan mendesak agar dipindahkan ke Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, karena ketakutan akan datang bencana yang lebih besar dari letusan Gunung Merapi. :-( Padahal, daerah Muntilan termasuk daerah yang aman dari letusan Gunung Merapi.

Belum lagi, tak kurang dari 1.128 surat aduan (E) dari masyarakat yang diterima KPI soal kepanikan di tengah warga Yogyakarta akibat penayangan ramalan yang secara teori tidak dapat :-[ dipertanggungjawabkan.

Silet Minta Maaf :

Redaksi Silet pun akhirnya meminta maaf (H) atas siaran infotainment di RCTI, Minggu (7/11/2010). Feny Rose sendiri yang dikonfirmasi akhirnya meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan kontroversial yang beredar di masyarakat. :-[

“Atas segala kejadian yang tidak mengenakkan semua pihak termasuk diri saya sendiri, saya memutuskan untuk beristirahat dari kegiatan presenter Silet untuk bisa mengintrospeksi diri,”

“Dengan segala kerendahan dan ketulusan hati pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa simpati dan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana di Merapi, juga kepada masyarakat Yogyakarta, dan sekitarnya serta Jawa Tengah yang tengah berduka dan diliputi perasaan cemas. Semoga selalu diberi kekuatan dan semoga keadaan kembali menjadi aman,”

“Saya menyesalkan beredarnya SMS, BBM (BlackBerry Messenger), Twitter berantai mengenai diri saya yang telah meresahkan dan mencederai hati khususnya warga Jogjakarta dan sekitarnya. Namun atas segala dampak yang terjadi akibat pesan berantai tentang diri saya dengan isi pesan yang kurang tepat, yang telah mencederai dan melukai perasaan warga Jogja dan sekitarnya, saya meminta maaf yang sedalam-dalamnya,”

“Tidak ada niat sedikitpun di hati saya untuk mencederai, melukai hati, menyinggung perasaan dan meresahkan warga Jogja dan sekitarnya

Pemilik nama lengkap Feni Rosewidyadhari ini juga menegaskan bahwa (~) naskah Silet 7 November 2010 tidaklah berisi pernyataan bahwa Jogjakarta adalah Kota Malapetaka, melainkan berisi ulasan sebagai berikut : (H)

“Puncak letusan Merapi kabarnya akan terjadi hari ini hingga esok hari pada bulan baru yang jatuh pada 8 November. Ahli LAPAN selalu mencatat hampir semua letusan dan guncangan gempa yang muncul pada bulan baru.”

“Lantas apa yang terjadi pada Jogjakarta? Mungkinkah Jogjakarta, kota budaya yang elok akan tergolek lemah tak berdaya? Benarkah Jogja yang dalam banyak lagu digambarkan begitu indah akan berubah menjadi penuh malapetaka?”

Sementara itu, Komisi Penyiaran Indonesia membenarkan  (Y) adanya penghentian sementara tayangan infotainment yang tayang siang hari itu.

“Kita berikan sanksi kepada Silet RCTI.” :-[

“Kami beri satu teguran dan penghentian kepada tayangan Silet. Kami menghentikannya (H) sampai pemerintah mencabut status siaga di Merapi,”

Semoga dengan adanya kesalahan Tayangan Silet RCTI Edisi Merapi 7 November 2010, :-) bisa jadi pelajaran bagi program lainnya.

Chee-U .^_^.