Kematian Bambang Triyono Jin Kentung ‘Tuyul dan Mbak Yul’

Kematian Bambang Triyono Jin Kentung ‘Tuyul dan Mbak Yul’ :-$ menggemparkan media gosip infotainment dan dunia maya.

Kesuksesan sosok Kentung di era 90′an nyatanya berakhir tragis :-( kala Bambang menderita stroke, diceraikan dan terlantar tanpa tempat tinggal…

Adalah seorang pegawai Dinas Sosial DIY, Feriawan Agung Nugroho, (K) yang awalnya berbagi kisah Bambang Triyono Kentung dilaman facebook. Cerita pertemuan dalam kapasitas dinas sosial dengan klien lansia terlantar ini pun :-S akhirnya menghebohkan publik.

Pertemuan yang terjadi di akhir Desember 2014 ini sendiri (~) dipublikasikan Feriawan dengan ijin Bambang, dengan harapan ada donatur yang datang membantu. (I)

Sayangnya, pada bulan Februari 2015 lalu, Jin Kentung ini meninggal dunia ;-( dan dikebumikan di Bantul, Jogjakarta.

“Butuh waktu banyak untuk bisa memulai (K) pembicaraan pada masa kenapa ia bisa sampai seperti ini. Dia ceritakan, ketika dia kena penyakit tidak bisa berdiri, kakinya patah, kemudian rezeki patah pula. (U) Tidak ada panggilan manggung, istrinya juga menceraikan dia,”

“Dia tidak bisa dirujuk ke panti waktu itu. :-S Tidak bisa karena usianya masih di bawah 58 mau 59 tahun, sementara untuk bisa masuk panti harus berusia 60 ke atas. Di samping itu, dengan kondisi seperti itu, panti tidak sanggup,” :-$

“Akhirnya kami pending. Sambil menunggu selama itu, (I) saya dan teman-teman mendonasikan uang kepada dia, sebagai penyambung hidup sampai dia meninggal pada Februari,”

Kondisi kesehatan memburuk (W) ditambah dengan perceraian, makin membuat Bambang terpuruk. Apalagi, rekan-rekan artis yang pernah bersliweran dalam masa jayanya, kini tak ada yang tersisa. :-(

“(Sudahkah dijenguk teman artis) Itulah yang saya tanyakan sama dia (Bambang Triyono). :-[ Istilahnya pertemanan di dunia selebriti begitu kejam,"

"Jangankan untuk menengok, :-S ataupun men-support dia, di jalan ketemu aja boro-boro bisa menyapa, melihat saja tidak mau, langsung benar-benar pergi begitu saja," :-$

"Hanya ada satu orang (yang menjenguk), :-S yaitu anaknya yang bekerja sebagai tukang cuci di ringroad selatan, di salah satu rumah makan Yogyakarta,"