Kiki Mirano Muncul : Bantah KDRT, Akui Beri Nafkah dan Mengaku Masih Cinta

Kiki Mirano Muncul : Bantah KDRT, Akui Beri Nafkah dan Mengaku Masih Cinta (L) menjadi kabar yang cukup melegakan kali ini.

Meski pernyataan ini berbeda dengan yang diungkapkan Sheila Marcia tentang adanya kekerasan dll, :-S namun setidaknya, Kiki masih bernyali untuk menampakkan diri.

(I) Kiki Mirano tiba di Kantor komnas Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Utara pada hari Kamis, 28 April 2016 sekitar pukul 12.50 WIB. Kedatangan ini guna memenuhi panggilan KomNas PA (E) atas aduan sang istri mengenai konflik rumah tangga dan pola pengasuhan anak mereka.

Di hadapan media, mantan suami Sisca Salman inipun membantah :-[ segala tuduhan yang dilontarkan ibu dari 2 anak kandungnya tersebut. :-$ Mulai dari tudingan kekerasan pada sang istri dan anak, tidak memberikan nafkah dari awal pernikahan, hingga melarang aktivitas Sheila di panggung hiburan. :-(

“Rumah tangga ada selisih paham biasa, kami nggak punya babysitter, (L) prinsipnya saya sama Sheila sama sayang anak-anak,”

“Memang saya pernah lose control waktu itu, :-$  ada beda pendapat, kebetulan anak – anak sedang lewat atau lagi main. Tapi pemberitaan tentang saya dan Sheila soal KDRT tidak benar,” :-S

“Saya berdua sayang anak-anak, saya pemimpin rumah tangga saya, (I) wajib melindungi keluarga dari pengaruh yang buruk,”

“Soal nafkah, awal kami menikah ada kesepakatan untuk kerja bersama, usaha bersama. (Y) Dan kami jalani, sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing. Ya, kafe itu bisnisnya. Kalau istri mau bekerja terpisah, saya suami mendukung, (L) yang penting anak dapat perhatian,”

“Kami cinta anak-anak, sama-sama sayang. (L) Tidak bisa dipungkiri. Kalau sekarang ada pemberitaan yang negatif dan lain sebagainya, mungkin awalnya karena cekcok rumah tangga,” :-(

“Kalaupun semakin seperti ini, karena terpisah dari istri saya, banyak hal yang berubah. :-S Tetapi intinya kami masih sayang keluarga, saya percaya ada kuasa kemuliaan untuk keluarga kami (I) . Itu penting untuk anak-anak, kasihan anak-anak. Pemberitaan begini, satu-satu kita selesaikan,”

“Komunikasi ya (baik). (~) Chatting Whatsapp dibalas, kemudian telepon kalau enggak sibuk juga masih diangkat. Cuma memang kami sudah tak bertemu dia sejak 24 Februari 2016 lalu di Bali. (I) Saya cinta dengan istri saya. Saya yakin Sheila sendiri dalam hati kecilnya mau (mediasi),” (F)

“Sheila itu ibu yang hebat dan istri yang setia sama saya.” (L)