Laskar Pelangi – Resensi Film

Nov 3 2008

Laskar Pelangi merupakan bagian pertama dari karangan Andrea Hirata yang diwujudkan dalam sebuah tetralogi (eh bener ga ya?). Andrea Hirata menulis Laskar Pelangi berdasarkan pengalaman hidupnya, atau disebut juga autobiografi.

Tapi, meski disebut autobiografi, anehnya nama-nama orang dari serian adalah fiksi, jadi bisa disimpulin juga kalo Laskar Pelangi adalah cerita fiksi.

Terus terang sih quw lom baca, abis novel Laskar Pelangi mahal hihihi, lagian belom dapetin Laskar Pelangi pdf-nya. Kayak Tukul yang lagi syuting, “Kembali ke laptop!” Well, cerita Laskar Pelangi berpusat pada 10 anak SD yang sekolah di sebuah SD gubuk, Belitong (so, ceritanya tentang anak-anak ya?). Ceritanya, disono ada perusahaan tambang timah bermerk Timah menimbang timah, dan yang kerja disono dapet sekolah di SD PN Timah. Kata si narator nih, kekayaan alam Belitong dirampas perusahaan timah tersebut, dan rakyat disitu nggak ikut-ikut ngambil hasilnya.

Lain SD lain ceritanya. Di sisi satu, SD PN Timah make meja-meja baru dipoles (alias gress), juga make pensil yang selalu baru diserut. Di sisi lain, ya sebaliknya lah. Ditambah lagi, SD Timah tiap hari make seragam yang baru dijahit plus memakai batik hari Senin, sedangkan murid-murid SD Muhammadiyah, bajunya cuman satu, dipake tiap hari pula.

Wah heboh deh, sepuluh anak ini memiliki keteguhan hati baja untuk bersekolah, walau gurunya yang ditekan oleh departemen pendidikan buat menutup sekolah tersebut, soalnya gak ada yang mau sekolah selaen ke 10 anak itu, tetep mengajar sampe kepala sekolahnya mati di kantor!

Selain itu, ada sedikit cerita cinta n sedikit cerita yang dibuat-buat kayak misalnya anak yang paling pinter, tapi bapaknya tewas melaut, jadi si anak ini putus sekolah trus bisa nafkahin adik-adiknya.

Secara akting, kayaknya film Laskar Pelangi ini kurang bisa dibilang bagus-bagus amat, mengingat anak-anak (yang termasuk aktor amatir ye…kurang berpengalaman n kurang bisa ngerti ceritanya). Trus dari segi grafis, kayak film 80-an, jadul nih, warnanya gak bagus soalnya gak didukung oleh peralatan memadai.

Kesimpulannya, inti film Laskar Pelangi sendiri merupakan harapan buat anak Indonesia buat meraih impian mereka.

Demikian resensi Laskar Pelangi yang sebagian besar merupakan opini sayah (well, jangan komplen donk! cepet nonton film Laskar Pelangi dech!). Btw, lagunya Nidji yang Laskar Pelangi juga keren nih buat didengerin (walau sekedar MP3 Laskar Pelangi-nya doank buat didengerin di komputer).

.^_^.