Mantan Karyawan Guntur Bumi Bongkar Cara Penipuan di Padepokan

Yunita Suwardani Mantan Karyawan Guntur Bumi Bongkar Cara Penipuan di Padepokan UGB :-O jadi bahasan banyak media berita artis.

Sidang Penipuan Guntur Bumi kali ini memang (~) menghadirkan eks karyawan sebagai saksi.

Yunita Suwardani yang hadir dalam sidang lanjutan UGB (I) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, mengungkapkan perihal penyimpangan :-$ yang terjadi di Padepokan Guntur Bumi, sejak dirinya bekerja Mei 2009 hingga 2011.

Di padepokan Guntur Bumi diseluruh pulau Jawa, (E) harga pendaftaran berkisar Rp500 ribu. Untuk di luar Jawa awalnya seharga Rp300 ribu namun pada tahun 2013 harga naik menjadi Rp1 juta. :-S

Bagi yang tidak mampu, :-( awalnya pasien di takut-takuti agar mau membayar uang pendaftaran sesuai harga tersebut. Namun setelah ditakut-takuti pasien benar-benar terbuti tak mampu harga menjadi turun, mulai dari Rp150 ribu. :-S

“Calon pasien ditakut-takuti dulu :-[ untuk mau bayar Rp500 ribu. Saat itu, calon pasien juga ditanya latar belakang ekonominya, dan keluhan dari penyakitnya kepada petugas,”

“Untuk mensugesti pasien kalau mereka kena santet, dan ilmu hitam, :-[ sudah disiapkan bahan-bahan sebelumnya, Seperti ada kecoa yang dipotong-potong, ulat yang sudah dibeli di toko makanan burung dan ada pasir juga pecahan-pecahan kaca. :-$ Itu semua disiapkan untuk meyakinkan pasien kalau mereka terkena santet. Kalau orang awam yang merasa takut akan bayar berapa pun karena takut,”

“Jadi pas sudah di dalam kamar (pengobatan) lampu dimatikan. :-S Pasien diyakinkan seolah-olah Guntur Bumi sedang menangkap hantu,

“(Pengobatan) Itu semua rekayasa,” :-$

Menariknya, (H) Majelis Hakim yang kembali menegaskan perihal Rekayasa Kemampuan Tangkap Hantu UGB, ;-) menantang suami Puput Melati itu untuk menangkap hantu yang ada di ruang sidang.

Hakim : “Jadi nggak ada hantu yang ditangkap?” :-S

Yunita : “Ya, :-$ itu semua udah dipersiapkan, bahan dan lainnya,”

Hakim : “Kalau bisa nangkap hantu, kita suruh hantu yang ada di ruang sidang ini ditangkap aja,” (H)