Mario Teguh Sebut Ario Kiswinar Teguh Anak Mr X

Mario Teguh Sebut Ario Kiswinar Teguh Anak Mr X :-O menjadi inti dari klarifikasi Mario Teguh di Sapa Indonesia Pagi Kompas TV.

Sis Maryono Teguh (K) mebantah ibu Linna sebagai orang ketiga dan menegaskan tahun pernikahan 1995 hingga menuding Kiswinar memutarbalikkan fakta, termasuk menantang untuk Test DNA. (I)

Usai Ario Kiswinar Teguh membuat pengakuan (K) di hadapan publik sebagai Anak yang tidak diakui dan tidak dinafkahi Mario Teguh, hingga munculnya penegasan status Kiswinar dari (Y) Permata Kumala Teguh alias Kumkum adik kandung Pak Mario, kini pengakuan tandingan dikeluarkan sang motivator.

Dalam program acara pagi Kompas TV, Maryono mengungkap cerita mengejutkan :-O yang selama ini disembunyikan oleh Kiswinar.

mario teguh klarifikasi

Pak Mario, Ario Kiswinar Teguh, itu putra Bapak bukan?

Secara resmi memang ditulis.

Begini, ada dua hal dulu yang sangat serius yaitu tanggal perceraian, itu tahun 1993. Tanggal pernikahan saya, sesuai dengan buku nikah saya adalah tahun 1993, eh 95. Dua tahun setelah saya bercerai dengan ibu Aryani Soenarto, saya menikah dengan Ibu Linna.

Yang tidak banyak diketahui adalah bahwa sebelum bercerai, pertengkaran diantara saya dan ibu Aryani, adalah banyak tentang kecemburuan saya terhadap laki laki lain.

Mohon disorot dulu Buku Nikahnya.

Nah ini, disini tercatat, Sabtu 28 Januari 1995.

Betul, dan statusnya duda cerai.

Sementara, saya membaca di beberapa artikel di website secara online, bahwa Bapak dikatakan menikah lagi dengan Linna Teguh, 28 Januari 1993. Nah itu salah, bukan 93 tapi 95. Dan saya klarifikasi, bapak bercerai pada 28 Mei 1993 dengan ibu Aryani Soenarto

Betul

Jadi dengan ini klarifikasinya jelas, bahwa bapak punya buktinya ini buku nikah. Bapak tidak menikah dengan keadaan masih belum bercerai dengan Ibu Aryani.

Oh, tidak.

mario teguh membantah

Nah, saya kembali pak. Ario Kiswinar yang mengaku anak kandung bapak ini, putra bapak bukan?

Begini, Kiswinar ini bukan anak-anak ya, jadi posisi citra di publik seperti dia anak-anak yang ditelantarkan. Dia ini sudah bapak-bapak, sudah memasuki usia 31 tahun.

Setelah ulangtahun ke 17, saya bertemu dengan Ario… waktu itu saya panggil Ario dan dia menolak menggunakan nama Ario karena dia memilih Kis sebagai panggilannya…. Saya ulangi kata itu,Kis, karena nanti ada artinya). Kis_winar…. Dia memilih itu bertahun-tahun, entah mengapa akhir-akhir ini, dia memakai Ario Kiswinar Teguh.

Tetapi, dengarkan ini, setelah usia 17 tahun, saya beritahu ibunya,—lihat Kiswinar, karena yang anda lakukan, terpaksa ibu anda, yang harusnya kita hormati, terpaksa ditampilkan disini, dengan cerita yang tidak memuliakan—.

Karena harus saya katakan, saya tanyakan kepada Kiswinar setelah makan siang saat baru umur 17, saya tanyakan yang dikatakan oleh ibunya kepada saya, bertahun-tahun bahkan sebelum perceraian, bahwa Kamu, Kiswinar, bukan anak saya.

Ini bukan pengabaian, ibumu mengatakan kepada saya, berkali-kali. Pertama kali saya kira itu ungkapan marahnya seorang wanita. Dan satu lagi, mana ada lakilaki mau menerima kenyataan bahwa anak yang disayanginya yang dirawatnya sendiri, bagaimana mungkin saya mau ikhlas menerima bahwa itu anak orang lain. Berarti ini bukan tuduhan perselingkuhan.

Kiswinar, dengan kenyataan ini, menjelaskan bahwa ibumu mengatakan kamu bukan anak saya, Kamu membuka kesimpulan orang lain bahwa Ibumu berbagi dengan laki-laki lain.

Lalu saya bilang, ‘setelah bertahun-tahun kamu mengatakan Kiswinar bukan anak saya, ini sudah saatnya, dia sudah dewasa, sudah melewati usia 17 tahun, ijinkan saya beritahu dia, karena saya bertahun-tahun meminta tes DNA‘.

Bapak pernah minta Test DNA

Berkali-kali karena saya ingin move on.

Jad Bapak sendiri ingin ini harus dibuktikan

Ngeri sekali kan kalo terbukti seperti yang dia katakan, saya sebagai laki-laki, mengetahui bahwa anak yang dilahirkan dalam pernikahan saya adalah hasil hubungan dengan laki-laki lain.

Pak, dalam catatan saya, bapak menikah dengan ibu Aryani 13 Maret 1984. Kira-kira kemudian di usia Kiswinar yang keberapa, terjadi pengakuan dari ibu Aryani, bahwa Ario kiswinar ini bukan putra bapak.

Begini, ini tidak menuduh bahwa ibu Aryani punya hubungan dengan laki laki lain. Tetapi saya ini pencemburu. Salah atau benar, laki-laki ingin wanitanya hanya untuk dia, itu adalah keyakinan saya.

Jadi sering bertengkar, kami, tentang kecurigaan saya, tentang kedekatannya dengan laki-laki lain. Sampai suatu ketika saya bercanda, ini anak kok nggak begitu kayak aku ya, memang beda, kulitnya, warnanya, rambutnya lebih ikal, lebih lebat begitu, dan sekarang kan berkumis lebat yang saya tidak miliki.

Marah, lama-lama keluar kata-kata, “itu bukan anakmu”. Pertama kali saya kira bercanda, tapi lama-lama serius.

Karena bertahun-tahun saya tersiksa dengan ungkapan dari ibunya, bahwa itu bukan anakmu, lalu saya meminta tes dna, nggak diijinkan, nggak disetujui, karena dia masih dibawah umur.

Setelah 17 tahun, keputusan untuk menerima tes Dna bukan di ibunya lagi, tapi di anaknya. Maka saya bilang, ijinkan saya beritahu Ario saya sebutnya, —tapi mereka menolak menyebut Ario karena ada Marionya, mereka memilih Kis, Kis, Kiswinar—, saya ditolak. tidak boleh beritahu.

Saya bilang itu haknya, bahwa suatu ketika dia akan tahu, bahwa dia bukan Anak Saya. Dia harus tahu, dia berhak tahu. Karena siapa tahu ayahnya lebih hebat dari saya, lebih mampu menyejahterakannya, karena waktu itu kami miskin.

Saat baru berpisah dalam perceraian itu, harta gono-gini dibagi dua. Tapi hutang 100 persen saya tanggung. Sehingga 2 tahun kemudian saya menikah dengan Ibu Linna, saya tidak ada harta dari masa lalu. Semua perhiasan saya sebagai laki-laki, ada di dia. Saya ini tipe yang kalau menikah, menyerahkan semuanya, dan terbukti dalam pernikahan saya sekarang.

So, akhirnya saya bilang, saya harus ketemu kiswinar, saya beritahu. Karena saya memaksa harus ketemu, akhirnya ibu Aryani mengatakan, oke oke, jangan beritahu dia tentang ayahnya, biar aku.

Dia mulai kecil itu saya kirimi uang, mainan, komputer besar untuk dia sekolah. Hadiah sering.

Lalu sambil menyaksikan, jadi saya dalam pernikahan yang sederhana miskin, melihat mereka makmur, jadi menelantarkan secara ekonomi tidak mungkin, Ibu aryani menjabat di sebuah Oil Company, mobilnya eropa saya tahu, si Kiswinar kalo jalan-jalan sama temannya pakai mobil. Saya bilang, alhamdulillah, ini anak makmur. Tapi saya perhatian ada perubahan di dalam kehidupannya.

Waktu saya bertemu dengan kiswinar itu, ini saya tegang karena ceritanya banyak sekali dan fitnahnya sangat tajam. Ini breaking moment, saya takut sekali untuk mengaku bahwa mantan istri saya berbagi ranjang dengan laki laki lain.

Saya tanya, mas ario tahu siapa papa aslimu. –tahu–. Harapan saya dia menunjuk saya. Apakah dia bukan papa? —Ya– lalu dia nyebut nama, Mister X itu penggalan namanya ada di nama dia. Pencemaran nama baik lho itu, kepada mr.X dan mencemarkan saya”

Kiswinar, you banggakan kertas (KK, akta kelahiran, dan akta nikah) itu. Padahal you sendiri katakan you bukan anak saya. How can you do that, Kiswinar? Apa? Untuk ketenaran? Ketenaran itu bisa terkenal sebentar, tapi kalau you tidak punya kualitas untuk itu, nggak lama.

Yang you lakukan ini tidak ada tujuan finansialnya. Kalau kamu mau uang, kamu yakin kamu anakku, kamu datang bawa sertifikat itu, kamu bilang, papa aku anakmu, kalau dulu mama nolak-nolak tes dna, sekarang aku mau tes dna, lalu kamu berhak sebagai anak. Tetapi kamu tidak datang kepada saya, selama ini. Ini tidak mudah. Ayolah, kamu sudah 30 tahun, kamu sudah bapak-bapak. Kamu memasang citra anak yang ditelantarkan. Kamu itu lebih bapak yang menelantarkan diri sendiri.

Ingat nggak dulu, hanya 2 tahun dari umurmu sekarang, saya dulu Vice President. Ingat nggak, masih papamu. Kamu sebut dirimu itu CEO kelompok main-main. Dan kamu memasang citra anak yang ditelantarkan dan sukses.

Please, beritahu teman-temanmu bahwa kamu, Ario Kiswinar Teguh, bukan anak Mario Teguh, dan kamu sebutkan nama Mr.X yang jadi bahan pertengkaran saya dan ibumu. Yang kamu pasang di namamu, sebagian itu. Itu juga pencemaran nama baik Mr.X. Dan sekarang kamu bangun ketidakdamaian. Masyarakat Indonesia dikacaukan oleh pemberitaan salah seperti ini.

Pak Mario, data-data yang dibawa oleh Ario ke media itu, saya menilai dari cerita bapak, adalah benar adanya, tetapi background story nya tidak seperti yang disampaikan Ario?

Saya meminta dibuktikannya keabsahan darah, dibalik akte itu.

So, untuk memperpendek pembicaran dan membersihkan udara dari fitnah. Kiswinar yang sudah 31 tahun anda sudah bapak-bapak, jangan posisikan diri sebagai anak anak yang ditelantarkan. Anda memberitahu saya, anda bukan anak saya, anda memilih menggunakan nama Kis, Kiswinar, daripada Ario karena alasan yang anda katakan nama yang anda sebut dalam pembicaraan tersebut, didukung dari informasimu sendiri bahwa itu didapat dari ibumu.

sis maryono teguh

So, untuk menaruh itu semua dibelakang, Kiswinar, Saya Mario Teguh mengundang anda tes dna, yang sudah seperempat abad saya minta yang ditolak. Yuk kita taruh semuanya dibelakang, kita Tes DNA.

Kalau kamu memilih apapun hasilnya, kita jaga diantara kita dan tidak menjadi fitnah yang digunakan oleh orang-orang yang mendapat kebahagiaan dari membenci, kita buka.

Ini sesuatu yang saya inginkan, 20 tahun lebih hampir seperempat abad, laki-laki ini harus ikhlas menerima bahwa dia berbagi dengan laki-laki lain, itu tidak mudah. Kalau saya senyum, ini sensyum yang saya pasang diwajah yang ramah, bagi lak-laki ini sebuah penghinaan yang paling dalam. Dan itu dikatakan oleh anak yang disayanginya, yang dikiranya anaknya.

Yuk kita tes DNA, jangan lari-lari lagi. Jangan gunakan itu media pewarta aib, yang memalsukan tanggal untuk mendapat perhatian. Oke.

Tes DNA itu bisa membuktikan dua hal. Satu, Ario Kiswinar memang bukan anak bapak, tapi bisa terbukti sebaliknya.

Lho, kalau saya tidak mengerti hasil dari test, saya tidang mengundang dia untuk datang. Come on yuk kita lihat, Jangan lari-lari. Sehingga kamu (Kiswinar) tidak mengatakan yang seperti itu. Kamu buktikan, ibumu juga buktikan. Saya mohon maaf kepada bu Aryani, kalau namanya sekarang terbawa-bawa.”

Apa yang membuat Pak Mario pada waktu itu memutuskan Ya, saya tidak mempertahankan rumah tangga saya, saya cerai.

Berapa banyak laki laki bisa bertahan, dalam pemberitahuan secara langsung oleh istrinya bahwa itu bukan anaknya.

Ada banyak hal lagi, tapi karena bisa menjadi serangan karakter kepada ibunya kiswinar, jadi sebaiknya kita tahan pada satu hal saja yang cukup bagi kita untuk menyimpulkan bawa saya berhak memutuskan, perceraian memang dibenci oleh Tuhan, tapi saya berhak bahagia.

Dan saya sekarang mensyukuri pernikahan saya ini dengan ibu Lina. Karena pengalaman ketidakpastian tentang keturunan, kami sebelum menikah berjanji untuk tidak pernah terpisah. Kami selama ini menikah 22 tahun, tidak seharipun terpisah. Anak anak saya cakep cakep, pinter pinter, betul betul buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Tidak ada keraguan bahwa Audrey dan Marco adalah anak saya. Dengan sangat damai dan bersyukur saya bisa katakan itu.

Tetapi dengan Kiswinar, tidak. Karena bertahun tahun saya mendegnar dari ibunya, dan akhirnya mendengar konfirmasi dari dia, bahwa dia tahu dia bukan anak saya, dan dia sebut nama seesorang yang saya hormati.