Misteri Sabu Reza Artamevia : Dari Positif Jadi Negatif, Pemakai Coba Coba

Misteri Sabu Reza Artamevia : Dari Positif Jadi Negatif, Pemakai Coba Coba :-S masih menggemparkan publik.

Sempat dipastikan Polisi, hasil lab Positif Narkoba jenis amphetamine alias Sabu Sabu, (O) 3 hari kemudian Reza justru disebut BNN negatif dari sabu.

Penggerebekan Pesta Narkoba Gatot Brajamusti pada hari Minggu, 28 Agustus 2016 di Mataram :-O yang menyeret nama selebritis Reza Artamevia kini membawa kabar terbaru yang menghebohkan 8O lantaran berubah hasil.

Pihak Kepolisian sempat merilis hasil test urine Reza Artamevia adalah positif narkoba (~) jenis Amfetamin. Kala itu, ibu Aaliyah dan Zahwa ini mengaku hanya menggunakan obat bernama Aspat, :-( bukan jenis narkotika.

Kasus mantan istri mendiang Adjie Massaid inipun dilimpahkan (I) ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah menjalani pemeriksaan 5 jam, (E) Reza dinyatakan negatif.

Kala itu, Kamis 1 September 2016, Reza bernafas lega lantaran pemberitaan mengenai Kasus Narkoba dirinya :-$ sudah menghebohkan publik.

“Saya tidak merasa ketergantungan, :-S siapapun pasti bisa mengalami hal seperti saya, apes. dan kalau misalkan saya seorang pemakai, berarti tidak mungkin hasil tes urine negatif,” :-)

Perubahan hasil Positif di kepolisian dan menjadi Negatif di Badan Narkotika :-S jelas menjadi kebingungan publik.

Misteri ini sendiri lantas dijelaskan (K) oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB, Sriyanto, kala dikonfirmasi media,

“Benar (kondisi awal positif). Kandungan methapetamine, jenis kerennya sabu. (I) Dia baru memakai beberapa hari lalu,”

“Setelah kami tes pakai alat, (~) sudah enggak ada kandungannya lagi. Memang beberapa hari yang lalu di Polda ada (positif). Ini juga di-assestment dokter. Jadi memang lebih akurat,” (E)

“Dari hasil assesmentnya semuanya masih ditingkat :-$ coba-coba pakai. Belum kecanduan, dia baru pemakai coba-coba. Jadi rawatnya di BNN NTB selama delapan kali pertemuan. Tapi rawat jalan, aturannya seperti itu. (E) Bisa berkembang nanti dalam prosesnya. Karena selama delapan kali pertemuan akan ada tes,”

“Dia boleh (pulang ke Jakarta). Tapi perawatan mulai minggu depan (I) sesuai dengan kesepakatan bersama. Seminggu dua kali lapor,”

Ditambahkan Sriyanto, (K) dalam keterangannya Reza membantah telah menjadi pemakai narkoba, dan mengaku terjebak. :-( Hal ini lantaran saat itu sang Guru melakukan ritual membakar kemenyan, (D) menaburkan Asfat dan mengipaskan asapnya ke arah muridnya.

Saat itu, :-S Reza hanya percaya bahwa Asfat adalah makanan Jin menurut Gatot Brajamusti, dan jika dibakar dalam bohr maka asap yang terhirup akan membuat badan tidak fit menjadi segar. :-O

“Gatot melakukan seperti ritual gitu, (I) pakai kemenyan dibakar. Nah, Reza ini disuruh menghirup asapnya yang sudah ditaburi sabu tadi. Dia ngaku hanya disuruh isap saja. :-( Bukan oleh Gatot, tapi orang di situ lah,”

“Setelah mengisap kok lebih enakan,”  :-S

“Reza itu enggak tahu kalau itu barang haram. Dia tahunya itu Asfat sejenis stimulan. :-( Dipakainya bareng-bareng di satu tempat. Barangnya itu kan dibakar, (I) jadi dia (bilang) enggak tahu itu barang apa,”

“Reza dan lainnya mengaku hanya menggunakan barang itu jauh-jauh hari sebelum kongres, (~) untuk menghindari capek karena kongres,”

“Karena itu, pada kasus ini, Reza dan kawan-kawannya tidak dinyatakan sebagai pecandu (I) namun tetap dilakukan rehabilitasi secara rawat jalan,”

Sriyanto lantas menambahkan (K) jika ada kemungkinan Gatot dan Kelompoknya mengubah nama sabu dengan nama keren Asfat, seperti istilah Cimeng untuk Ganja, agar terselubung dalam penyamaran dan tidak terendus polisi. :-[

“Setelah kami cari ternyata Asfat itu tidak ada. :-S Namun itu dipastikan sabu-sabu karena kandungannya yaitu zat methapetamin,”

“Kemungkinan itu hanya street name di dunia peredaran narkoba,” :-(

“Mereka berkembang di jalannya masing-masing (W) dan diberi nama itu,”

Reza sendiri dalam wawancara pers (I) di kediaman orangtuanya, Jalan Margaguna 1 RT 002 RW 15, Kebayoran Baru, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, mengaku tidak menyesal dengan peristiwa yang terjadi belakangan ini. :-)

Membantah ketergantungan obat, :-S namun musisi senior ini enggan membahas perihal kasus narkoba yang sempat menjeratnya.

“Ini catatan kehidupan yang harus dilalui, saya tidak sesali, karena perjalanan hidup saya,” :-)

“Alhamdulilah saya sehat, baik, tidak dalam keadaan sakit, ;-) tidak ketergantungan apapun,”

“(Soal narkoba) Untuk apa saya sharing soal itu ke kalian, :-[ anda bukan dokter dan saya nggak punya kewajiban untuk share itu ke kalian,”

“Saya nggak mau bahas itu, karena itu masih praduga tak bersalah,” :-S