Pemain Cowboys In Padadise – Film Gigolo Bali
adalah Suwarno (Arnold), Rosnan Efendik (Pendi), dan Sugiarto (Argo), serta beberapa nama lainnya.
Para beach boy pemeran Gigolo ini sendiri hanya dibayar 50 ribu rupiah untuk bermain di rekaman yang tanpa sepengetahuan mereka,
dibuat sebagai film dokumenter oleh sutradara asal Singapura, Amit Virmani. 
Film dokumenter karya Amit Virmani ini menceritakan
soal pekerja seks pria atau yang kerap disebut gigolo yang bertebaran di Bali. Ada juga cerita tentang tipikal pria-pria penjaja seks yang disebut sebagai Koboi Kuta itu. 
Dalam cuplikannya,
film itu memperlihatkan cerita dari masing-masing pria yang diduga penjaja seks. Ditampilkan pula wawancara dari seorang istri si penjaja seks yang mengaku tak masalah
kalau ada tamu, suaminya tidak tidur bersama berhari-hari.
Tayangan kontroversial ini sendiri
sudah ditayangkan di DMZ Korean International Documentary Festival.

Dan, dalam situs resmi Cowboys In Paradise,
Amit menyebut jika karyanya ini adalah film independen dengan dokumentasi yang berisi gabungan dari banyak cerita soal perdagangan seks pria-pria Bali.
Dari seluruh perjalanan romantis di dunia,
disebutkan bahwa Bali merupakan salah satu tujuan utama bagi para wanita pemburu seks.
“Setiap tahun, ribuan wanita
dari berbagai negara datang ke Bali. Dan banyak dari mereka yang menemukan Koboi Kuta,”
“Mengapa pria-pria muda itu meminta bayaran untuk melakukan seks?
Bagaimana pula si wanita rela untuk membayar? Bagaimana manajemen waktu si pria?”
“Dan yang paling penting, bagaimana keluarga atau istri si pria penjaja seks itu,”
Protes dari warga dan tokoh masyarakat Kuta
pun banyak bermunculan. Bagi mereka, tayangan soal gigolo di Bali ini dinilai tidak menyampaikan fakta sebenarnya di lapangan meski fenomena gigolo diakui ada di Kuta.
Selain itu, film ini juga dianggap menyimpang
karena menyebut Kuta sebagai surga wisata seks bagi ribuan turis wanita.
Berita terbaru menyebutkan jika Sutradara film Cowboy in Paradise, Amit Vimani, akan ditetapkan menjadi tersangka kasus pembuatan film kontroversi itu. Dia dituduh membuat film tanpa izin dan melakukan penipuan terhadap orang yang difilmkan. 
Hal ini dilakukan setelah polisi memeriksa enam orang saksi sejak 29 April 2010.
Kepada polisi, saksi menyatakan diambil gambarnya oleh pria keturunan India itu bukan dalam konteks pembuatan film.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali
Komisaris Gde Sugianyar, yang dikonfirmasi, menyampaikan hal ini, Jumat 30 April 2010.
“Hasil keterangan para saksi dan alat bukti
yang dikumpulkan sudah cukup kuat untuk menyeret sutradara menjadi tersangka,”
Gde Sugianyar menambahkan Amit juga tidak memiliki dokumen resmi
untuk melegalkan proses pembuatan film Cowboys in Paradise.
Untuk proses pemeriksaan sendiri,
polisi perlu membawa Amit ke Bali. Makanya, pihak kepolisian sudah meminta bantuan National Central Bureau Interpol Markas Besar Polri untuk mencari Amit di Singapura. ![]()
“Soal adanya kendala ekstradisi, kami pikir belakangan.
Yang penting kami tetapkan sebagai tersangka dulu,”
Semoga Kontroversi Cowboys In Paradise Bali ini bisa berakhir dengan baik,
dan mengembalikan citra Bali di mata dunia.
Chee-U .^_^.
May 1, 2010 Penulis: oktavita
6 Komentar untuk "Film Blue"
knpa ga jd di tayngkan….
mantap lho film ny..
KLu ngx bagus bgi moral tu MNg seharuz na jngn ditayangin, Tontoan yg haruz ditayangin tu, yg bersift Mendidik>..
np sich ke indahan bali ..di coreng moreng ma film kya bgtu an
iya lho, mantp benerrrrrrrrrrr, putar dong

Emang perlu ditindak tegas tuh sutradara konyol…..
biar gak terulang lagi peristiwa serupa yang dapat mencoreng nama bali umumnya ‘n Indonesia khusus
ya!!!!!!
ya,,film kyk gtuan g usah dtyangin..g penting bget,,,

dunia ni knp kug jdi gni y,,emank skrng jmnx jmn edan..waduch..duch.duch…
Tinggalkan komentar