Penjual Sate JAMAL Tetap Dagang Di Tengah Teror Bom Sarinah

Jan 16 2016

Penjual Sate JAMAL Tetap Dagang Di Tengah Teror Bom Sarinah (H) menjadi hal lain yang diperbincangkan selain sosok Teuku Arsya Khadafi, polisi ganteng modis Sarinah.

Ya, aksi teror Sarinah nyatanya tak membuat warga gentar dan justru kepo dengan kejadian perkara… :-$

Heboh Teror Bom Sarinah :-O nyatanya tak membuat warga Jakarta ketakutan.

Publik justru berbondong-bondong melihat dengan mata kepala mereka sendiri :-$ adanya aksi baku tembak antara Polisi Ganteng Sarinah dengan pelaku teroris bersenjata. :-S Bukan hanya masyarakat yang datang langsung ke lokasi kejadian teror, namun para pedangan asongan pun berkumpul menjajakan dagangan mereka. :-O

Mulai dari tukang sate, penjual kopi, :-$ manisan, hingga kacang rebus.

Yang paling menggegerkan adalah Penjual Sate Jamal yang tetap bakar sate :-D meski disaat bersamaan Bom Sarinah Meledak disertai Aksi Tembak Menembak dalam jarak 100 meter 8O dari lokasinya berjualan.

Media asing pun ramai-ramai menulis (~) soal Sate Jamal, mulai dari negara tetangga, Media Malaysia malaysiandigest.com, Media internasional BBC .com yang berbasis di London, Media terkemuka di Australia The Sydney Morning Herald (SMH) (H)

“Keep calm and bakar sate” (Keep calm and BBQ satay) was one meme, the Indonesian take on the stiff upper lip deployed by the British in World War II. This man still work hard even in the mess. Why be frightened while you can enjoy satay?

Jamaluddin dan istrinya, Heni Caheni pemilik Gerobak Sate Jamal yang menghebohkan pun (K) berhasil dikonfirmasi media. Pria berusia 65 tahun itu mengaku tidak takut dengan Teror Bom (H) lantaran keberadaan gerobak satenya bukan di lokasi kejadian.

Meski banyak orang berlarian dan kepulan asap, ;-) namun Jamal dan sang istri memutuskan untuk berjualan.

“Saya jualan di (Jalan) Sabang, tembak-tembaknya di Sarinah. Saya kira jauh jadi tetap jualan,” :-)

“Penjual yang lain sudah tidak ada di sini waktu itu, (H) cuma tinggal kami sendiri,”

Pasangan beda usia 20 tahun yang tinggal di kawasan Jatibundar, Tanah Abang, Jakarta, inipun menyebutkan (I) jika dagangan mereka laris manis usai kejadian Teror Sarinah.

“Kalau hari biasa cuma Rp 250 ribu, kemarin dapat Rp 750 ribu” :-D

“Kaget saya ;-) tiba-tiba hari ini banyak yang beli minta foto bareng, terus katanya saya terkenal masuk TV. Awalnya saya enggak percaya dan takut dibohongin pas saya liat sendiri di TV beneran ada, baru saya percaya,” :-)

“Alhamdulillah kalo sekarang banyak yang kenal saya, (L) mudah-mudahan dengan begitu dagangan saya makin laris setiap hari,”

“Dagangan tambah rame, tapi harga masih sama, (H) sate ayam Rp 25 ribu, sate kambing Rp 35 ribu,”