Pertiwi Darmawanti Oktavia Mahasiswi Pembuat Mi Bikini (Bihun Kekinian) Buka Suara

Pertiwi Darmawanti Oktavia Mahasiswi Pembuat Mi Bikini (Bihun Kekinian) Buka Suara (K) setelah camilan ringan buatannya menggemparkan publik.

Tiwi Mahasiswi 19 tahun pembuat Snack Bikini Bihun Kekinian sendiri mengaku :-$ tak percaya dituding vulgar dengan gambar pembungkus dan slogan Remas Aku.

Snack Bikini – Bihun Kekinian yang lagi hits, akhirnya teredam (I) dengan aksi turun tangan BBPOM Kota Bandung.

Makanan ringan ini lantas :-S dihentikan peredarannya lantaran meresahkan publik dengan gambar kemasan berupa ilustrasi tubuh wanita berpakaian bikini, berslogan vulgar ‘Remas Aku, tanpa izin edar, :-( menyertakan logo palsu halal dan tanpa tanggal kadaluarsa.

Pertiwi Darmawanti Oktavia alias Pertiwi atau Tiwi sendiri akhirnya mengklarifikasi (K) produksi panganan ringan yang dikelolanya pada media, melalui sebuah surat. (E)

“Awal terbentuknya bikini snack adalah saat mendapat tugas dari sekolah bisnis saya, (~) nama project nya home bussiness yaitu membuat produk sendiri dari hasil belanja barang, mengolahnya, dan packagingnya. Kami dibuat per-kelompok, (I) saya bersama ke-5 teman-teman saya (nama dicoret) pada saat itu memberikan ide2 produk masing2.”

“Saya memberikan ide membuat bihun goreng, :-) setelah semua ide ini dicoba ternyata yang lebih mudah di produksi yaitu bihun goreng. Ide bihun goreng ini juga tidak murni dari saya, tetapi melihat di dekat rumah saya ada yang menjual seperti itu dan banyak yang suka, (H) jadi saya berpikiran kalau produk ini bisa diterima di masyarakat.”

“Awal dibuat “Bikini” itu nyeplos saja dari singkatan “BIhun KeKINIan”, (I) design tidak ada terpikirpun sekalipun kalau itu pornografi, karena saya dan teman2 berpikir kalau bikini itu baju renang, jadi tidak menyangka :-$ kalau namanya dipikir tidak senonoh.”

“Kata remas aku pun dimaksudkan meremas isi kemasan tersebut sebelum dimakan, :-S dan soal kata ‘remas aku’ itu digambarkan ke arah snack yang dipegang oleh gambar di packaging,”

“Karena banyak konsumen yang menanyakan kehalalannya, (~) makanya saya memberikan label halal, tapi bukan label halal yang dikeluarkan MUI. :-$ Untuk label halal yang ada dikemasan itu saya memasukkan logo halal biasa, karena saya juga mengetahui bahwa kalau pakai label MUI asli tidak boleh. ” :-(

“Saya memberikan label halal karena saya berani menjamin bahwa produk saya memang halal, (I) karena dari bahannya yang hanya bihun beras, minyak goreng, dan bumbu penyedap saja,”

Gadis berhijab inipun mengungkapkan permintaan maafnya (F) atas kehebohan yang terjadi pasca beredarnya jajanan Bikini (Bihun Kekinian) yang menggunakan :-$ animasi wanita berbaju renang sebagai cover snack.

“Untuk semua warga masyarakat yang telah menilai bahwa snack ini termasuk pornografi apalagi disebut sindikat pornografi, (I) saya minta maaf atas kesalahan yang saya buat,”

“Sekali lagi dengan sejujur-jujurnya saya tidak mengetahui kalau bakal seperti ini, :-( karena saya pun tidak berpikir sampai ke pornografi. Karena gambar tersebut merupakan animasi bukan real,”