Praktik Perdukunan Ustadz Guntur Bumi

Issue Praktik Perdukunan Ustadz Guntur Bumi :-S masih juga merebak luas di banyak media gosip selebritis.

UGB Dukun vs Hans sendiri sudah jadi (K) perbincangan publik lantaran mantan pasiennya membongkar tipu daya sang Ustadz bahkan hingga muncul (~) pelaporan di MUI.

Ramainya pemberitaan miring mengenai penipuan yang dilakukan Praktik Pengobatan Ustadz Guntur Bumi :-O seperti diungkapkan Hans Suta Widhya, putra sekaligus cucu korban Hj. Yarnelly (74) dan Nurcayati (94), (H) akhirnya membuat pria bernama asli Muhammad Susilo Wibowo ini angkat bicara. (K)

“Saya mohon maaf lahir batin apabila ada pelayanan yang kurang baik” :-)

“Kan baru datang sekali, kok minta sembuh. ;-) Memang bim salabim abrakadabra. Kan ada metodenya. Ada tahapannya,”

“Metode pengobatan rukyah, Apapun penyakitnya, bacakan ayat suci. (I) Kalau saya sesat, sudah dipecat dari FKPPAI. Ini Ketua Umumnya ada di sini (Ust. Wasis Wirono, Ketua Umum FKPPAI)”

“Kalau dilihat dari pengobatan yang dilakukan, (H) kami itu dibawah naungan FKPPAI (Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia). (Y) Banyak teman alternatif, herbal, pemijatan, hal-hal allternatif lainnya. Sesuai dengan kode etik di FKPPAI semua akan dilayani dengan baik,”

“Musyrik dan sesat dari mana? :-S Kalau kami sesat tolong ajarkan kami yang benar seperti apa. Atau dia yang mengantungkan kesembuhan kepada makhluk, di sini UGB. (H) Lalu siapa yang musyrik?,”

“Guntur Bumi enggak pernah menjanjikan kesembuhan. (I) Yang menyembuhkan adalah Allah,”

Suami Puput Melati sendiri menambahkan (K) jika Perdamaian atau Islah pihak Hans Suta dan UGB sudah dilakukan sebelum gonjang-ganjing panas :-$ ini merebak luas di media.

“Sudah dikembalikan zakatnya. Ada bukti tertulis dan ada bukti rekaman suaranya. (E) Sudah ishlah. Tapi kok malah ramai lagi,” :-[

“Pihak saya pasti dirugikan, tak menyenangkan, mendiskreditkan, memojokkan kami, :-( jadi jangan menyudutkan kami. Kami cuma manusia, bukan malaikat. ;-) Manusia itu tempatnya salah dan lupa,”