Pria Belanda Khalid Schoemaker Suami Ketiga Fanny Bauty

Pria Belanda Khalid Schoemaker Suami Ketiga Fanny Bauty (L) jadi bahasan seru di banyak media gosip artis.

(H) Pernikahan Fanny Bauty dan Khalid Bule Belanda terbongkar bersamaan dengan tersiarnya pernikahan sang mantan suami, :-)  Mark Sungkar dan Santi 21 Tahun.

Fanny Bauty menggugat cerai Mark Sungkar pada 1 Desember 2009, (U) dan keputusan resmi cerai keduanya resmi dikeluarkan Pengadilan Agama Negeri Jakarta Barat (~) pada 19 Mei 2010.

Tak berselang lama, Fanny melepas masa jandanya, (I) dengan menikahi Romeidi pada Oktober 2010. Medi adalah seorang mantan teman SMP yang juga menduda pada 2009. :-)

Sayangnya, :-$ pernikahan CLBK ini tak berlangsung lama, lantaran 2 tahun berselang keduanya memutuskan untuk bercerai. Jauhnya jarak Jakarta Amerika, hingga teror dari istri pertama Medi :-[ membuat Fanny mundur.

Kini, ibunda Zaskia Shireen dan Yusuf pun berbagi kabar bahagia pernikahan yang ketiga kali, (L) dengan seorang mualaf dari Negeri Belanda, Khalid Schoemaker.

“Alhamdulillah sudah menikah bulan Juni 2014, :-) kebetulan dia Mualaf. ”

“Ya itulah, jodoh di tangan Allah, (I) ngelamar langsung klik.”

“Tante kan terakhir pisah 2012, dua tahun kosong dan ternyata anak-anak sibuk :-( dengan keluarga masing-masing, jadi tante kesepian sendirian,”

“Orang Belanda memang dia dan masih tinggal di Belanda. (I) Ya ketemuan tante dikenalin di Belanda sama teman, bulan Februari 2014. Nggak lama langsung ke Jakarta lalu melamar, bulan April” (F)

“Juni menikah, (H) itu datang kedua kalinya baru menikah,”

“Saat pernikahan, anak-anak datang. Mark juga datang kok. Kan Mark juga sudah menikah lagi. ;-) Cuma di rumah saja ya, sudah tua nggak dibesar-besarkan pernikahannya,”

Fanny dan Khalid sendiri sama-sama sudah 2kali (U) gagal membina pernikahan. Sang bule Belanda menduda sejak empat tahun silam, sedang Fanny menjanda sejak 2012 lalu.

“Saya percaya karena dia itu tetangga puluhan tahun, dia orangnya baik. :-) Kita kenal sudah lama, temen saya juga puluhan tahun tinggal di sana,”

“Udah sama-sama tua, udah 60 tahun ya. (L) Kalau kita yang penting perhatian aja, kita butuh teman hidup, teman ngobrol daripada ngobrol sama tembok,”