Restu Ibunda Soal Transgender Dena Rachman, Mantan Artis Cilik Pria Renaldy

Restu Ibunda Soal Transgender Dena Rachman, Mantan Artis Cilik Pria Renaldy (K) menjawab rasa penasaran publik ditengah pilihan ganti kelamin Renaldy Denada Rachman. :-$

Gosip miring sendiri (W) sudah banyak bertebaran dari dulu kala….

Penyanyi cilik Renaldy tumbuh (I) sebagai anak laki-laki pendiam yang penurut pada kedua orangtua, tidak banyak tingkah serta mengutamakan pendidikan. (8) Sempat pula populer di dunia kearisan sebagai artis cilik.

Rasa hormat pelantun lagu Ole Ole serta Rukun dan Damai di era ’80an ini terhadap orangtua (L) bahkan membuatnya rela ‘menderita’ dalam kurungan tubuh laki-laki.

Sampai akhirnya, (I) setelah membuat kedua orangtuanya bangga akan Gelar Sarjana yang didapatkannya, Renaldy pun (K) buka suara.

Seperti yang diceritakan kembali oleh Gina Rachman, sang ibu.

“Dulu dia memang suka meliha-lihat baju cewek, :-S tapi aku nggak ngeh, biasa saja”

“Namanya anak kecil yang berusia lima tahun dia biasa lihat mamanya. (I) Dena kecil sosok anak laki-laki yang diam dan sangat manis,”

“Selama ini dia menghargai orangtua. Namanya dia anak kecil. (Y) Ya udahlah dia sebagai anak, cukup bikin terharu saya. Dia bertahan demi menghormati orangtua,”

“Ya dia layaknya seorang laki-laki yang mandiri, sama adik-adiknya baik. (*) Adiknya ikutan, dia jadi anak laki-laki panutan. Dia pelajaran bagus, karier juga lumayan, aku senang banget,”

“Waktu SMA, saya sempat dipanggil guru karena dia ketahuan membawa dan memakai bedak. :-S Saat itu alasan saya, karena dia memang ada kegiatan keartisan.”

“Waktu kuliah dia suka pakai cardigan, jeans yang cutbrai, :-) aku mikir ah Cangcuters juga makai. Kukunya juga dikasih putih-putih gitu yang buat mengkilat. :-$ Aku juga bilang apaan sih ah itu kayak perempuan,” cerita Gina.

“Setelah selesai kuliah, kita tanya mau kerja apa mau kuliah, (I) dia bilang ‘Mah aku mau ngomong’.”

Dia bilang, (K) ‘Mah aku sudah dewasa, kewajiban aku sebagai seorang anak sekolah dari sekolah dasar sampai sekarang berprestasi, aku nggak mau nyusahin mama. Mau ngomong sama papa juga’,”

“Saat itu, sebagai orangtua saya bilang sudah pikir panjang belum.” :-$

“Dena justru bilang, (K) ‘Ya sudah mama terserah mau anggap aku mati, atau aku pergi saja dari hidup mama, supaya mama nggak malu sama keluarga mama, atau teman mama aku nggak apa-apa. Yang penting tugas aku sudah selesai, aku tidak bisa Ma (menjadi laki-laki). Meski begini aku terasa mati’,

“Dena ngasih surat, (E) dia bilang ‘aku sudah ke psikolog, aku sudah kedokter, ternyata kromosom aku begini-begini. Aku tahu mama dan papa berharap aku menjadi anak sempurna. Kalau boleh memilih aku juga nggak mau begini, aku juga mau jelas. Kalau aku perempuan kasih aku keturunan’,”

“Untuk orangtua yang memang mengalami seperti aku, :-) pasti ada. Masalah kedepan kita serahkan ke dia dan ke Yang di Atas. Sampai nyawa saya diambil (L) saya akan melindungi dia,”

“Dena nggak ada operasi plastik sama sekali. Hanya bagian dada (implan payudara). :-) Mukanya memang panjang. Dia memang seperti itu.”

“Saya pun tidak pernah membiayai seperak pun untuk operasi payudara itu. (I) Dena nggak pernah menyusahkan. Dena nggak pernah minta dibiayai,”

“Saya bilang (Y) kamu tetap berprestasi, biar Tuhan nanti yang memberikan jalan. Tetap kamu salat, keyakinan kamu apa ya udah jalanin. Dia kadang Senin-Kamis tetap puasa, yang penting kewajiban kamu dijalankan, :-) tetap baik sama orang, orang mau bilang apa kamu tetap senyum,”