Shinta Bachir Mudik ke Rumah Mertua, Pamitan Cerai Usai Lebaran

Shinta Bachir Mudik ke Rumah Mertua, Pamitan Cerai Usai Lebaran :-O jadi moment ‘sedih’ berita artis kali ini.

Perceraian Shinta Bachir sendiri belakangan :-S memang sudah terdengar gaungnya di berbagai media.

Moment Hari Raya biasanya dihabiskan Shinta Bachir di kampung halamannya di Wonosobo, :-) dengan melakukan tradisi Mandi Air Kembang cucian kaki ibunda, (F) bersama saudara-saudaranya.

Namun, saat sang ibunda meninggal dunia ;-( pada akhir tahun 2015 silam, tradisi model seksi inipun berubah. Apalagi selebritis kelahiran 7 Februari 1986 ini telah menikah dengan Edi Suyitno (L) dan memiliki seorang anak.

Sayang, keretakan rumah tangga membuatnya harus bersiap cerai.  (U) Shinta pun memilih untuk berlebaran di rumah mertuanya, sekaligus untuk berpamitan.

“Ya kita kan silahturami :-) apa yang terjadi saya dengan anaknya beliau, itu kan tidak ada sangkut pautnya dengan mertua.”

“Saya mudik ini bukan untuk apa-apa ya. :-S Saya hanya mau silahturami, sekalian saya maksudnya mau minta maaf dan pamitan, serta mengucapi terima kasih selama saya menjadi keluarga mereka,” (L)

Ya, moment lebaran kali ini memang terasa pahit (W) bagi ibu dari Arkan Alvaro Suyitno ini. Memilih mudik ke rumah orangtua sang suami, Edi Suyitno, Shinta bermaksud untuk berpamitan sebelum (U) menggugat cerai usai Hari Raya 2016.

Wanita yang melahirkan pada September 2015 ini lantas memilih untuk menutup rapat-rapat (K) alasan perceraiannya dengan sang pengusaha berkaca mata tersebut.

“Kalau saya istri yang baik pasti saya akan bertahan bersama dia. ;-( Hanya saja saya memilih sendiri dan bersama anak. Nanti tinggal mengurus (perceraian) ya habis lebaran,”

“Saya bukan tipe orang yang untuk menceritakan keburukan seorang yang pernah hidup dengan kita. :-) Karena apa ya dia pernah baik juga dengan saya, saya sendiri juga bukan orang yang baik. (H) Kita manusia yang masih banyak belajar. Intinya saya mengambil keputusan ini karena tidak mau sakit. Saya tidak mau bertahan untuk sakit,”

“Saya mau sehat, saya mau konsen membesarkan anak. (L) Dan saya bersyukur sama Allah yang membukakan pikiran saya, hati saya semuanya itu di saat usia saya masih muda. Tahu siapa dia ya sekarang gitu,” (I)

“Saya sudah nggak mau sedih, nangis-nangisnya ;-( sudah lewat semua dan buat saya sekarang ini saatnya saya membangun karier saya, saat saya menata hidup saya saatnya saya membesarkan anak saya. (Y) Ya pastinya ada sesuatu yang memang saya pribadi tidak bisa terima. Dan buat saya ini adalah keputusan yang terbaik”