Sinetron Anak Jalanan Jumpa Fans di Masjid Alkautsar Serang

Sinetron Anak Jalanan Jumpa Fans di Masjid Alkautsar Serang :-O langsung mendapat Kecaman dari banyak pihak.

Kasus Penistaan Agama oleh pemain Anak Jalanan bahkan tengah ramai bergaung di media sosial. (K)

Sinetron fenomenal Anak Jalanan belakangan memang terus :-$ menuai kontroversi.

Usai kehebohan putusnya (U) sang pemain utama Stefan dan Wilona gara-gara sosok Celine Evengelista, kini kegemparan baru muncul kala (P) foto foto jumpa fans para pemain sinetron Anak Jalanan digelar di atap Masjid Al Kautsar Ciparay, Desa Sindaglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat (15/7/2016). :-O

Warga yang berada di pelataran Masjid, berebut mengambil foto Stefan William dan Natasha Wilona (P) yang menjumpai para penggemar dengan berdiri di atas atap Masjid.

Sontak, :-$ peredaran foto foto ini menggemparkan media sosial. AJ dianggap telah melecehkan Agama Islam dengan menjadikan tempat ibadah sebagai lokasi syuting dan jumpa fans. :-[

Di awal tahun sendiri, AJ sempat dikecam :-[ gara-gara masuk Masjid hanya untuk numpang make up artisnya.

Pelajar Islam Indonesia (PII) Wilayah Banten, yang diwakili salah satu aktivisnya, Angga Wijaya, (I) mengutarakan protesnya atas penistaan ini,

“Atas pelecehan yang telah mereka lakukan, somasi kami layangkan (E) dan mereka harus meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, khususnya masyarakat Banten"

"Sudah kami kumpulkan bukti-bukti, bahwa ini adalah bentuk penistaan terhadap agama Islam kami. :-S Laporan ke pihak penegak hukum segera kami layangkan,”

Begitu juga dengan Aktivis Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Serang, Saidina Ali, :-[ yang menuntut permintaan maaf dari pihak AJ.

“Sudah selayaknya RCTI dan para artis meminta maaf pada umat Islam, :-S ini untuk meredam kemarahan umat. Kalau mereka seolah-olah tidak ada masalah, :-[ ini salah besar dan saya mendukung dibawa ke ranah penistaan agama,”

Warga Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, yang diwakili salah satu tokoh masyarakatnya, Mbap Suprapto pun :-S ikut mengecam tindakan ini,

"Rombongan kru memang singgah di Masjid di kawasan Anyer, :-S lalu kemudian syuting di Masjid Alkautsar,"

"Tapi ini sudah melebihi batas, saya sangat mengecam. :-[ Apa pantas syuting sampai naik-naik ke bagian atas Masjid,"

"Ini kan sudah pelecehan namanya. Kalau biasa-biasa saja menyapa warga atau syuting tanpa harus naik-naik ke atas Masjid :-S mungkin tidak masalah, harus pakai etika juga dong,"

Protes yang sama pun diungkapkan Koalisi Membela Rakyat (Kamera), yang diwakili oleh Poppy (I) aat melakukan pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, Selasa (19/7/2016).

"Pemain dan kru sinetron itu harus dihukum sesuai Undang-undang dan meminta maaf kepada umat Muslim," :-S

Yang kemudian direspon positif oleh Ketua MUI Cinangka, H Doifun, (~) yang mendukung tuntutan tersebut.

"Saya mendukung penuh :-S agar para pemain dan kru diberikan hukuman karena ulahnya,"

“Kami menuntut agar pihak ‘Anak Jalanan’ segera mengklarifikasi kejadian tersebut (K) dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka,”

Hingga akhirnya, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten mengeluarkan tanggapannya. (I)

Ketua MUI Banten, KH AM Romly (K) meminta Dewan Masjid mengeluarkan Surat Edaran (SE) agar setiap Masjid di seluruh Provinsi Banten tidak lagi disalahgunakan yang bukan semestinya. :-S

“Salah satu kesimpulan yang kita dapat, kegiatan syuting anak jalanan di Masjid Al Kautsar tidak mendapatkan izin :-( dari DKM, kami menyesalkan kejadian ini, dan kita mengharapkan tidak terulang kembali,”

“Saya akan perintahkan secepatnya agar Dewan Masid membuatkan Surat Edarannya,” (E)

“Ya kalau Masjid jadi tempat syuting (W) kesucianya ilang,”