Suami Suami Brondong Ely Sugigi : Arifin, Bagus, Aldo Rossi dan Ferry Anggara

Suami Suami Brondong Ely Sugigi : Arifin (beda 5 thn), Bagus (beda 15 thn), Aldo Rossi (beda 18 thn), Ferry Anggara (beda 20 thn) :-O memang jadi bahasan mencengangkan bagi publik.

Meski bukan sosok wanita semampai, dan lebih populer lantaran gigi tonggosnya, (F) pesona Ely Suhari nyatanya bisa mengalahkan aura wanita cantik.

Ely Suhari telah 4 kali menikah, dengan mempelai pria kesemuanya adalah brondong, :-O alias pria berusia lebih muda.

Saat dikonfirmasi perihal pilihannya (H) pada sosok pria muda yang menjadi suaminya, wanita kelahiran Jakarta, 16 Oktober 1971 ini mengaku sudah jalan hidupnya.

Bukan hanya lebih muda, pasangan Elly sendiri terkadang seumuran dengan anak-anaknya. 8O 3 anak Elly sendiri adalah, Fitri, Yoga dan si bungsu putri kesayangannya adalah Ulfi Damayanti.

(L) Dari suami pertama, Arifin (beda 5 tahun), suami kedua Bagus (beda 15 tahun), suami ketiga Aldo (beda 18 tahun), dan yang terakhir dinikahi awal bulan lalu, Ferry Anggara (beda 20 tahun). (F)

“Kebetulan dapatnya begitu :-) (brondong semua).”

“Maunya, sih dapat bule tapi enggak mungkin, enggak bisa bahasa Inggris! ;-) Mau dapat pengusaha enggak mungkin juga, muka saya enggak cantik. Mau dipermak, kan mahal, ratusan juta, sayang duitnya”.

“Jadi sekarang saya mencari laki-laki yang menerima saya apa adanya (H) bukan ada apanya. Memang suami saya keempatnya berondong, sudah jodohnya begitu, :-) bukan maunya saya.”

“Saya dan Arifin beda lima tahun, punya anak Ulfy, lalu jadi jendes (janda—red.), (U) deh lima tahun. Ketemu Bagus suami kedua, cuma resmi menikah enam bulan, karena ada masalah besar, :-[ ternyata dia suka laki-laki!”

“Setahun kemudian ketemu Aldo yang mirip Vino G. Bastian idola saya. (L) Ternyata dia membohongi saya; dia sudah punya istri, saya istri ketiga!”

“Setelah itu jomblo, sudah malas pacaran, malas nikah lagi, :-$ sampai bertemu Ferry. Awalnya biasa saja, enggak naksir. Saya takut, enggak mau jatuh cinta dulu.”

“Tapi akhirnya luluh juga”. (L)