Tessa Kaunang Cerai Karena Suami Jadi Mualaf?

Gosip Tessa Kaunang Cerai Karena Suami Jadi Mualaf :-O beredar luas di dunia entertainment sejak Sandy Tumiwa Masuk Islam lagi. (I)

Perceraian Tessa Kaunang sendiri dikabarkan menjadi ujung tanduk :-[ gejolak rumah tangga yang pernah selamat lantaran kasus hukum penipuan, namun dikabarkan malah bergejolak :-$ karena masalah keyakinan.

Lahir sebagai Muslim, Sandy Tumiwa memutuskan untuk memeluk Nasrani saat kedua orangtuanya berpisah. (U) Namun, saat mendapat cobaan kasus hukum di dalam pernikahannya dengan dengan Tessa Kaunang, (I) Sandy pun memilih untuk kembali memeluk agamanya saat lahir.

Keputusan ini dikabarkan (W) menggoncang rumah tangga Sandy dan Tessa Kaunang. Meski mengaku kaget dan tidak terima, namun Tessa menyatakan tidak ingin ada perpisahan. (H)

“Di dalam rumah tangga itu ada saja masalahnya, :-( tapi belum sampai gugatan cerai kok,”

“Kalau Sandy mualaf, itu memang benar. Baru sejak 25 April,” (I)

“Ya, begitu lah. Sebenarnya saya bisa dibilang mendukung, tapi saya sudah pasrah dengan apa yang terjadi. (I) Jadi mau enggak mau saya harus menerima,”

“Saya sih sebenarnya berharap tidak adanya keretakan. (H) Kalau pun kita pisah karena kita beda (agama) pun menurut saya tidak fair, :-S karena memang saya kaget, dan saya tidak nyangka di tengah pernikahan ada perpindahan (agama) yang tidak ada diskusi sama sekali.” :-$

“Tapi buat saya dan keluarga saya, perceraian itu bukan jalan terakhir. (U) Yang namanya perceraian itu bukan penyelesaian masalah. Jadi kita lalui saja prosesnya, :-) supaya kita lebih dewasa, semakin dewasa juga,”

“Ada beberapa yang berujung perceraian, tapi banyak beberapa juga yang masih bertahan. (I) Tapi yang membedakan keluarga saya dan mereka, mereka dari awal pacaran sudah tahu (berbeda agama). :-S Jadi memasuki rumah tangga pun mereka siap untuk menerima perbedaan itu. Tapi saya kan tidak.” :-(

“Sebenarnya, bisa dibilang kasus saya beda sama mereka semua. Kenapa mereka sampai sekarang bisa berjalan baik, ada juga yang pisah. Tapi saya melihat yang positif saja, (Y) jangan mengambil yang negatif. Karena memang setiap orang menjalani hidupnya beda-beda. Kalau harus menjalani hidupnya seperti apa, (I) biar itu kehendak Tuhan saja yang terjadi,”

“Kita kan juga mikirin anak-anak,” (L)