ZOYA Rilis Sertifikat MUI Kerudung Halal Pertama, Polemik Jilbab Halal Haram Muncul

Dunia maya dihebohkan dengan kabar (I) ZOYA Rilis Sertifikat MUI Kerudung Halal Pertama, Polemik Jilbab Halal Haram Muncul.

Kegemparan ini sendiri bisa dimaklumi lantaran fashion hijab yang selama ini marak di Tanah Air, (I) tak ada satupun yang dilabeli halal dan non halal… :-(

Dunia fashion hijab dihebohkan dengan rilis yang dibagi Brand Zoya di instagram. :-O Kerudung dibawah naungan PT Shafco ini mengunggah pernyataan perihal (K) ‘Kerudung Bersertifikat Halal Pertama di Indonesia’ dengan Laudya Cynthia Bella sebagai brand ambassador.

“Alhamdulillah Zoya mendapatkan sertifikat dari MUI sebagai kerudung halal di Indonesia. Zoya, cantik, nyaman, halal,”

Pernyataan inipun langsung mengundang reaksi panas :-[ di media sosial. Banyak yang mencibir dan melontarkan kritikan hingga keresahan :-$ akan munculnya polemik Jilbab Halal dan Haram.

“Hijab pertama yang mendapat sertifikasi Halal dari MUI. Baru tau, ternyata ada.. hijab HARAM.”

“Plis deh. Jilbab halal. Segala aja dihalalin. Nanti yang bukan zoya, Haram, gitu? Ckck,”

“Emang ada yang nggak halal,”

“Kalau ada dikotomi hijab tidak halal maka akan merembet ke semua yang nempel di badan. Baju ampe bra. Islam ga serumit itu deh,”

“Ini apa banget sih… Hahahaha.. berlebihan amat.. Sampe jilbab dipertanyakan halal-haramnya.. Islam memang sangat menjaga tentang halal-haram. Tapi gak gini juga kan yak? Jangan menyusahkan umat.”

“Bagi para perempuan di kampung, desa dan lain-lain, yang ekonominya kurang beruntung, silahkan nabung untuk membeli merek ini, memang tidak murah buat Anda, tapi apa boleh buat, daripada pakai jilbab tidak halal; lupakan dulu bayar SPP sekolah.”

“Jilbab dengan stempel halal menjawab keinginan konsumen yang ‘haus’ akan label halal,”

“Bisnis jilbab sah-sah aja, tapi…kalo mengklaim sebagai satu-satunya yang “halal” karena disahkan MUI. Penentu halal-haram itu Allah, bukan MUI!”

Serbuan protes dari publik pun langsung mendapat tanggapan (K) dari pihak Zoya, diwakili oleh Creative Director Shafco Sigit Endroyono.

“Beberapa orang bertanya apakah produk kami halal?” :-S

“Zoya hanya fokus pada kehalalan :-) dari produk untuk memastikan customer menggunakan produk yang sudah tersertifikasi kehalalannya,”

“Kerudung halal mulai dirilis pertamakali sejak Zoya berdiri (I) namun baru tersertifikasi sekarang melalui MUI Jabar (Jawa Barat) dengan nomor sertifikat 01171156041015.”

“Kerudung halal (Y) adalah kerudung yang menggunakan fabric/kain halal dalam arti kain tersebut pada saat proses pencucian menggunakan bahan textile (emulsifier) dari bahan alami/ tumbuhan :-) sedangkan untuk kain non halal menggunakan bahan textile (emulsifier) dari bahan non halal (gelatin babi),”

“Selain makanan yang kita konsumsi, (H) pakaian serta hijab yang kita gunakan perlu diyakini apakah kita sudah menggunakan hijab yang halal? Tentu harus ada sertifikat jaminan halal (E) yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yaitu MUI,”

Kepala Bidang Informasi Halal LPPOM MUI Farid Mahmud, SH yang dikonfirmasi media pun (I) mencoba menenangkan emosi publik, khususnya di media sosial. Disebutkan Farid, 4 tahun belakangan pengajuan sertifikasi halal untuk produk non pangan (H) memang sedang marak setelah mencuatnya issue sepatu berbahan kulit babi.

Namun, belum ada kewajiban bagi setiap produsen (~) untuk memiliki sertifikasi halal.

“Pada dasarnya semua produk konsumsi Indonesia termasuk pangan :-) belum ada kewajiban untuk mendapatkan sertifikat halal. Jadi, mereka yang minta sertifikasi masih sukarela.”

“Namun seiring dengan tuntutan konsumen (I) maka tidak hanya makanan-minuman saja yang minta sertifikat halal tapi juga produk gunaan (selain pangan) banyak yang menghasilkan sertifikat halal,”

“Ada laundry, dia menyediakan sabun cuci dan airnya terjamin dari najis.” (H)

“Bahkan pabrik kertas terbesar di Indonesia (Y) juga mengajukan sertifikasi halal karena kertasnya digunakan untuk kertas Al-Quran.”